GazanaPublika.com, Jakarta — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mempertimbangkan peluncuran kembali operasi militer terhadap Iran dengan nama baru apabila gencatan senjata yang berlaku sejak awal April 2026 kembali runtuh.
Laporan media AS NBC News menyebut salah satu nama yang dibahas dalam internal pemerintahan adalah ‘Operasi Sledgehammer’, sebagai pengganti operasi sebelumnya yang dikenal dengan nama ‘Operasi Epic Fury’.
Menurut laporan tersebut, pembahasan pergantian nama operasi muncul di tengah meningkatnya keyakinan sebagian pejabat pemerintahan Trump bahwa konflik dengan Iran masih berpotensi berlanjut meskipun jalur diplomatik terus diupayakan.
Sejumlah pejabat disebut menilai penggunaan nama operasi baru dapat memperkuat argumentasi Gedung Putih bahwa operasi militer lanjutan nantinya dianggap sebagai misi terpisah berdasarkan Resolusi Kekuatan Perang 1973. Aturan tersebut membatasi kewenangan presiden AS dalam menjalankan operasi militer tanpa persetujuan Kongres.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya menyatakan kepada wartawan bahwa ‘Operasi Epic Fury’ telah berakhir setelah Washington dan Teheran sepakat menghentikan permusuhan dan kembali membuka jalur negosiasi bulan lalu.
Meski demikian, laporan NBC News menyebut kemampuan militer AS di kawasan Timur Tengah terus ditingkatkan sejak konflik mulai pecah pada akhir Februari 2026.
Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Ketegangan kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

