Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » AS Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer ke Iran dengan Nama Baru

AS Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer ke Iran dengan Nama Baru

Berita Utama Rabu, 13 Mei 2026 13:55 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mempertimbangkan peluncuran kembali operasi militer terhadap Iran dengan nama baru apabila gencatan senjata yang berlaku sejak awal April 2026 kembali runtuh.

Laporan media AS NBC News menyebut salah satu nama yang dibahas dalam internal pemerintahan adalah ‘Operasi Sledgehammer’, sebagai pengganti operasi sebelumnya yang dikenal dengan nama ‘Operasi Epic Fury’.

Advertisement

Menurut laporan tersebut, pembahasan pergantian nama operasi muncul di tengah meningkatnya keyakinan sebagian pejabat pemerintahan Trump bahwa konflik dengan Iran masih berpotensi berlanjut meskipun jalur diplomatik terus diupayakan.

BACA JUGA:  Kunjungi Provinsi Banten, Wamen Ossy Ajak Jajaran Terus Bertransformasi Melayani Masyarakat

Sejumlah pejabat disebut menilai penggunaan nama operasi baru dapat memperkuat argumentasi Gedung Putih bahwa operasi militer lanjutan nantinya dianggap sebagai misi terpisah berdasarkan Resolusi Kekuatan Perang 1973. Aturan tersebut membatasi kewenangan presiden AS dalam menjalankan operasi militer tanpa persetujuan Kongres.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya menyatakan kepada wartawan bahwa ‘Operasi Epic Fury’ telah berakhir setelah Washington dan Teheran sepakat menghentikan permusuhan dan kembali membuka jalur negosiasi bulan lalu.

Meski demikian, laporan NBC News menyebut kemampuan militer AS di kawasan Timur Tengah terus ditingkatkan sejak konflik mulai pecah pada akhir Februari 2026.

BACA JUGA:  Pemerintah Jawab Kritik Dino Patti Djalal Terkait Kehadiran di Pemakaman Khamenei

Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Ketegangan kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Berita Utama

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version