Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gawat, Resesi Seks di Jepang: Lebih dari 2.700 Pasutri Tak Berhubungan Intim

Gawat, Resesi Seks di Jepang: Lebih dari 2.700 Pasutri Tak Berhubungan Intim

Berita Utama Minggu, 18 Februari 2024 21:11 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

GazanaPublika.com – Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh perusahaan Raison d’Etre di Shinjuku, Tokyo, menemukan bahwa sekitar 68,2 persen atau sekitar 2.728 pasangan suami istri (pasutri) di Jepang tidak lagi melakukan hubungan seksual. Fenomena ini dianggap sebagai dampak dari resesi seks di negara tersebut yang dapat berpengaruh pada angka kelahiran yang rendah.

Dalam penelitian tersebut, melibatkan 4.000 partisipan yang merupakan laki-laki dan perempuan berusia dua puluhan, tiga puluhan, empat puluhan, dan lima puluhan yang sudah menikah. Hasilnya mengungkap bahwa 2 dari 3 pasutri Jepang tidak pernah lagi berhubungan intim, meskipun mereka menyatakan memiliki kehidupan pernikahan yang baik. Situasi ini menjadi sorotan mengingat potensi dampaknya terhadap kelahiran di negara tersebut.

Advertisement

Dalam hasil survei ini, sekitar 43,9 persen responden, atau sekitar 1.756 orang, menyatakan bahwa mereka tidak pernah menjalin hubungan intim dalam pernikahannya. Sementara itu, sebanyak 24,3 persen atau 972 responden mengungkapkan bahwa mereka jarang berhubungan intim.

Jumlah tersebut mencerminkan total 68,2 persen, atau setara dengan 2.728 pasangan suami istri di Jepang, yang jarang atau bahkan tidak melakukan hubungan seksual sama sekali setelah menikah.

Dalam kategori usia, pasangan suami istri yang berusia lima puluhan merupakan kelompok terbesar yang enggan berhubungan seksual. Sementara itu, pasangan suami istri berusia tiga puluhan menjadi kelompok kedua terbanyak yang jarang atau tidak melakukan hubungan intim.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Meskipun jarang atau bahkan tidak melakukan hubungan intim, sebagian besar responden menyatakan memiliki kehidupan pernikahan yang baik. Sebanyak 57 persen responden, atau sekitar 2.280 orang, mengungkapkan bahwa mereka menjalani pernikahan tanpa atau jarang berhubungan intim namun memiliki hubungan yang baik atau bahkan sangat baik dengan pasangan mereka.

Namun, sekitar 15 persen pasangan suami istri, atau setara dengan 600 orang, melaporkan hubungan yang kurang atau tidak baik dengan pasangan mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh Raison d’Etre tidak mengeksplorasi alasan mengapa pasangan menikah di Jepang tidak melakukan hubungan intim.

Faktor-faktor Penyebab Jarang Berhubungan Intim

Penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Keluarga Berencana Jepang (JFPA) selama 20 tahun memberikan wawasan tentang alasan di balik rendahnya aktivitas seksual di antara pasangan suami istri Jepang. Dilansir dari South China Morning Post (2/2/2024), sebanyak 22,3 persen perempuan di seluruh Jepang mengaku tidak melakukan hubungan seksual karena menganggapnya “mengganggu.”

BACA JUGA:  Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tolak Berdamai dan Siapkan Eksepsi

Lebih dari 20 persen perempuan lainnya menyatakan tidak ingin melakukan kontak fisik dengan suaminya setelah melahirkan. Sementara 17,4 persen perempuan menyebutkan rasa lelah karena pekerjaan sebagai alasan, dan 8,2 persen perempuan lainnya melihat suami mereka tidak lagi sebagai pasangan seksual, melainkan sebagai “keluarga.”

Beberapa perempuan juga enggan berhubungan intim karena sedang hamil atau karena kehilangan ketertarikan.

Sebaliknya, 35,2 persen laki-laki Jepang menyatakan keengganan untuk berhubungan intim disebabkan oleh kelelahan yang berlebihan setelah bekerja. Sementara itu, 12,8 persen laki-laki lainnya menyatakan mereka melihat istri mereka lebih sebagai “keluarga” daripada pasangan seksual.

Sebanyak 12 persen laki-laki lainnya kehilangan minat untuk berhubungan seks setelah kelahiran anak mereka. Namun, 7,2 persen laki-laki lainnya tidak melakukan hubungan seksual karena menganggapnya “mengganggu.”

Penurunan tingkat keinginan berhubungan intim di antara pasangan suami istri bisa menjadi tanda buruk bagi populasi penduduk Jepang yang terus mengalami penurunan. Pada 2023, jumlah penduduk negara tersebut mencapai 123,29 juta orang, sementara pada tahun 2010, jumlah penduduknya mencapai 128,1 juta orang. Diperkirakan bahwa jumlah ini akan terus menyusut, mencapai 104,69 juta orang pada tahun 2050. (Sumber: kompas.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

BERITA TERBARU

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version