Advertisement
Jakarta, GazanaPublika.com – Adi Prayitno, seorang pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, melihat adanya peluang terbuka bagi Presiden Joko Widodo untuk beralih ke jalur politik Partai Golkar setelah masa kepemimpinannya sebagai Presiden berakhir.
Menurut Adi, dari sejumlah partai politik yang saat ini mendukung Jokowi, Golkar menjadi pilihan yang paling mungkin menjadi tempat baru bagi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Advertisement
“Golkar, sebagai partai besar, tampaknya menjadi tempat yang paling nyaman untuk berlindung di masa depan setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai Presiden,” ungkap Adi kepada Kompas.com pada Minggu (3/3/2024).
Pertama, Adi menyoroti bahwa Golkar adalah partai politik yang sudah tua dengan massa pendukung yang besar. Pada Pemilu 2019, partai berlambang pohon beringin tersebut berhasil meraih 17.229.789 suara nasional, menempatkannya sebagai partai terbesar ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.
Kedua, Golkar dikenal tidak memiliki figur sentral yang dominan. Dalam situasi ini, Jokowi dapat menjadi tokoh utama di dalam partai tersebut.
Berbeda dengan partai lain seperti Partai Gerindra yang sulit untuk diakses oleh Jokowi karena keberadaan figur sentral, seperti Prabowo Subianto sebagai ketua umum partai berlambang garuda tersebut.
“Kalau di Golkar, aura Jokowi masih terlihat kuat meski sudah tak lagi jadi Presiden karena di Golkar sejauh ini tak ada figur sentral,” ujar Adi.
Adi menyatakan bahwa kemungkinan Jokowi bergabung dengan Golkar tergantung pada keinginan Jokowi dan kesiapan Golkar menerima atau menolaknya. Menurut Adi, jika Jokowi bergabung, ia kemungkinan akan mendapatkan posisi strategis yang menguntungkan baginya dalam partai.
Adi melihat bahwa elite Golkar tampak menyambut baik kemungkinan bergabungnya Jokowi, dan Jokowi sendiri tidak memberikan bantahan terhadap desas-desus tersebut. Adi berpendapat bahwa ketidakhadiran bantahan langsung dari Jokowi menunjukkan minatnya, meskipun belum diumumkan secara resmi.
Adi menyimpulkan dengan menyatakan bahwa sekarang tinggal menunggu Jokowi untuk menegaskan kepindahannya ke Golkar, sementara Golkar terlihat menyambutnya dengan positif. Isu bergabungnya Jokowi dengan Golkar pertama kali muncul pada Desember 2023 setelah hubungannya dengan PDI-P merenggang.
Baru-baru ini, Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar, merespons positif terhadap kemungkinan Jokowi bergabung dengan partainya.
“Airlangga menyambut baik,” ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (26/2/2024).
Sementara itu, Jokowi tidak memberikan jawaban tegas. Meskipun tidak memberikan bantahan, Presiden juga tidak membenarkan isu yang menyebutkan kemungkinan perpindahan ke Golkar.
“Saya setiap hari masuk Istana,” ungkap Jokowi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (28/2/2024).(sumber: Kompas.com)
Advertisement
