GazanaPublika.com – Ribuan orang melakukan aksi demonstrasi di Berlin, Jerman, sedangkan ribuan lainnya berkumpul di Jenewa, Swiss. Para demonstran mengutuk serangan Israel terhadap Gaza.
Pada hari Sabtu lalu (16/3/2024), demonstrasi besar-besaran diadakan di Jerman dan Swiss untuk mengecam serangan agresif Israel terhadap Gaza. Anadolu Agency melaporkan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk solidaritas dengan Palestina.
Di Berlin, sejumlah besar orang berkumpul di sekitar Stasiun Kereta Sonnenallee di distrik Neukölln. Para pengunjuk rasa berjalan menuju Lapangan Hermann dengan membawa bendera, spanduk, dan plakat Palestina yang memuat pesan-pesan penting seperti “Hentikan genosida di Gaza”, “Yerusalem adalah ibu kota Palestina”, “Gencatan senjata sekarang”, dan “Kemerdekaan untuk Palestina.” Demonstrasi ini merupakan wujud dukungan bagi Palestina dan seruan untuk mengakhiri kekerasan serta memberikan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
Beberapa di antaranya membawa panci, boneka simbolis, dan tas tepung sebagai upaya untuk menarik perhatian dan mengingatkan akan kelaparan di Gaza.
Di Jenewa, ribuan orang berkumpul di Parc Des Cropettes Square untuk menyampaikan protes.
Adam McBeth, seorang warga negara Skotlandia, mengatakan kepada Anadolu bahwa ia berpartisipasi dalam protes ini untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina dan rakyat Palestina.
“Saya yakin kita tidak bisa berdiam diri ketika menyaksikan genosida yang terjadi. Melihat gambar dan video tentang kelaparan sungguh menyayat hati. Saya merasa dunia belum melakukan cukup, terutama negara-negara Eropa. Kita harus lebih aktif dan bersuara lebih keras untuk mengakhiri kelaparan dan genosida di Gaza,” ujar McBeth.h
Joseph Burke dari Amerika menjelaskan “Saya pikir kita sangat membutuhkan gencatan senjata penuh dan permanen di Gaza. Saya sangat yakin bahwa kekerasan dan genosida yang dilakukan Israel harus dihentikan.”
Israel membabi buta melancarkan serangan militer yang menyebabkan kematian warga di Jalur Gaza. Hal itu dianghap balasan atas serangan yang ganas pada 7 Oktober yang dipimpin oleh kelompok Palestina, Hamas. Akibatnya menewaskan 1.163 orang.
Saat ini, data menunjukkan bahwa sekitar 31.500 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, telah tewas di Gaza, dan 73.546 lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.
Dampak dari konflik Israel telah memaksa 85 persen penduduk Gaza untuk mengungsi, di tengah blokade yang menghalangi akses terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan. Lebih dari 60% infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut laporan PBB.
Israel telah dituduh melakukan tindakan genosida di Gaza di hadapan Mahkamah Internasional.
Keputusan sementara pada bulan Januari menginstruksikan Tel Aviv untuk memastikan bahwa pasukannya tidak terlibat dalam tindakan genosida, dan untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (Sumber: Tribunnews.com)
