Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Pemulihan pascabencana alam di wilayah Sumatera terus dikebut melalui sinergi intensif antara legislatif dan eksekutif. Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana DPR RI bersama dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca Bencana Sumatera Pemerintah secara resmi menggelar rapat koordinasi bersama pada (25/5/2026).
Pertemuan penting tersebut dilangsungkan di Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Rapat koordinasi yang berfokus pada pembahasan situasi terkini dan progres penanganan dampak bencana ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Advertisement
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pejabat tinggi negara dari Kabinet Merah Putih tampak menghadiri agenda tersebut. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Tito Karnavian, Wakil Menteri Pertanian Sudaryanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta Kepala BP BUMN sekaligus ‘Chief Operation Officer’ (COO) Danantara Asset Management Donny Oskaria.
Sektor Pendidikan dan Infrastruktur Berangsur Pulih
Data situasi terkini pascabencana memperlihatkan perkembangan yang signifikan di sektor pendidikan.
Sebanyak 4.922 sekolah yang terdampak di tiga provinsi dilaporkan telah kembali menggelar kegiatan belajar mengajar. Guna mengoptimalkan fasilitas penunjang, pemerintah saat ini tengah melakukan langkah revitalisasi terhadap 3.002 sekolah dengan alokasi total anggaran mencapai Rp 2,86 triliun.
Kemajuan juga terlihat jelas pada pemulihan konektivitas daerah melalui perbaikan jalan dan jembatan secara berangsur-angsur di tiga wilayah terdampak utama:
• Aceh: Sebanyak 1.521 dari 1.638 ruas jalan serta 351 dari 652 jembatan dilaporkan telah kembali fungsional.
• Sumatera Utara: Sebanyak 607 dari 616 ruas jalan dan 343 dari 366 jembatan tercatat sudah kembali berfungsi dengan baik.
• Sumatera Barat: Tercatat 149 dari 167 ruas jalan serta 97 dari 163 jembatan kini sudah dapat kembali digunakan oleh masyarakat.
Sebelumnya, pada (13/5/2026), pihak pemerintah juga sempat memberikan konfirmasi resmi bahwa sebagian besar fasilitas umum serta layanan publik di seluruh wilayah terdampak bencana secara umum memang telah kembali beroperasi guna melayani kebutuhan warga setempat.
Advertisement
