Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Yusril Ihza Mahendra Pertanyakan, Semua yang Didukung Petahana Dijamin Menang

Yusril Ihza Mahendra Pertanyakan, Semua yang Didukung Petahana Dijamin Menang

Berita Utama Senin, 1 April 2024 15:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Yusril Ihza Mahendra dan Tim Kuasa Hukum di Mahkamah Konstitusi (sumber: rri.co.id)

Advertisement

GazanaPublika.com – Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, memberikan respons atas pernyataan Tim Ahli dari pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). Pasalnya Tim ahli tersebut menyebutkan adanya dampak signifikan kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo selama proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terhadap perolehan suara Prabowo-Gibran.

Dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Yusril menyoroti apakah salah jika Jokowi mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Advertisement

“Bahwa petahana atau calon yang didukung oleh petahana akan mendapatkan suara lebih dibanding calon lain. Bagaimana ahli dapat menerangkan kekalahan Megawati dengan SBY dan Pilpres 2024?” tegas Yusril di Gedung MK, Jakarta Pusat (1/4/2024).

Yusril menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh ahli AMIN merupakan kesimpulan semata. Dia menekankan bahwa jika satu kesimpulan diamini, hal itu bisa saja dianggap sebagai kebetulan belaka.

Respons tegas Yusril terhadap klaim dampak kunjungan kerja Jokowi terhadap perolehan suara Prabowo-Gibran menyoroti dinamika politik yang semakin intens menjelang putusan sengketa Pilpres 2024 di MK.

“Kalau memang kesimpulan ini berlaku, apakah hanya satu faktor kebetulan, Jokowi yang jadi presiden dan dia mendukung pasangan Prabowo-Gibran dan memperoleh suara lebih. Seandainya sekarang yang jadi presiden Jusuf Kalla (JK), yang mendukung AMIN (Anies-Muhaimin), berarti calon itu akan memperoleh suara lebih di pilpres sekarang? Seandainya lagi, yang jadi presiden Megawati, maka Ganjar-Mahfud akan dapat suara lebih berdasarkan saudara, apa masalahnya persidangan sekarang ini dengan pendapat saudara itu? Ada sesuatu yang salah atau tidak?” ucapnya.

BACA JUGA:  DPR Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan, Buruh Soroti Proses Pembahasan yang Tertutup

Atas pertanyaan Yusril, Vid kemudian menjelaskan bahwa kunjungan Jokowi sangat berdampak signifikan pada suara Prabowo-Gibran. Dia bahkan dengan tegas menyatakan bahwa suara yang diperoleh Prabowo-Gibran merupakan refleksi dari dukungan Jokowi.

Vid mengungkapkan pandangannya ini karena melihat adanya perbedaan yang mencolok dalam perolehan suara Prabowo antara Pilpres 2019 dan 2024.

“Paslon 02 direfleksikan oleh perolehan suara Jokowi pada tahun 2019, karena ada pandangan dari masyarakat bahwa 02 mendapat dukungan dari Presiden Jokowi. Hasilnya memang sangat signifikan, sehingga terdapat unsur fanatisme,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Hukum Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, mempertanyakan apakah terdapat bukti yang menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlibat dalam korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama Pilpres 2024.

BACA JUGA:  Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

“Apakah pendapat ahli ini didasarkan pada fakta-fakta yang ada dalam kenyataan, misalnya telah terjadi penyelidikan, penyidikan, atau penuntutan secara pidana untuk membuktikan bahwa memang terjadi apa yang dikatakan ahli tersebut, seperti adanya nepotisme, korupsi, atau pelanggaran hukum lainnya,” tegas Yusril dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (1/4/2024) yang dipimpin oleh Ketua MK Suhartoyo.

“Apakah ini hanya merupakan hasil spekulasi semata dari ahli tersebut, ataukah ada dasar fakta yang mendasarinya, hal ini perlu dijelaskan di hadapan kami semua,” tambahnya.

Pernyataan Yusril ini mendapat reaksi tawa dari tim hukum Prabowo-Gibran, termasuk Fachri Bachmid dan Otto Hasibuan yang duduk di meja yang sama dengan Yusril.

Di lain kesempatan, Hotman Paris yang juga merupakan bagian dari tim hukum Prabowo-Gibran ikut mempertanyakan keahlian Anthony sebagai ahli.

“Maaf, saya agak bingung, apakah dia seorang ahli hukum atau ahli ekonomi, karena pendapatnya sebelumnya telah melebihi ranah keahlian seorang ahli hukum,” ujarnya. (Sumber: Liputan6.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version