Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tuai Kritik, Setelah Pernyataan Bersama Indonesia-China Tentang Kerja Sama Maritim

Tuai Kritik, Setelah Pernyataan Bersama Indonesia-China Tentang Kerja Sama Maritim

Berita Utama Sabtu, 16 November 2024 21:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: CNBCIndonesia.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Indonesia dan China pada 9 November 2024, memicu reaksi keras dari sejumlah kalangan di Indonesia. Salah satu poin dalam joint statement tersebut yang membahas kerja sama maritim menjadi sorotan utama, terutama terkait dengan klaim China atas wilayah Laut China Selatan (LCS).

Poin kesembilan dalam pernyataan tersebut mengungkapkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama maritim, yang dinilai berpotensi menimbulkan ketegangan terkait dengan klaim wilayah yang berbenturan. China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan dengan dasar Sepuluh Garis Putus, sebuah garis yang tidak diakui oleh Indonesia maupun negara-negara lainnya di kawasan tersebut.

Advertisement

“Dalam peta Indonesia dan Undang-undang Wilayah Negara, tidak dikenal adanya Sepuluh Garis Putus yang diklaim sepihak oleh China. Pemerintah Indonesia selama ini konsisten untuk menolak klaim tersebut dan tidak ingin terlibat dalam perundingan atau bahkan ide pengembangan bersama terkait wilayah yang disengketakan,” ungkap seorang sumber yang dekat dengan pemerintah, yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

BACA JUGA:  KPK Bongkar Brankas Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Berisi Gepokan Duit Miliaran dan Emas 2,5 Kg

Reaksi terhadap pernyataan bersama ini datang dari berbagai pihak. Pengamat hubungan internasional menilai bahwa adanya kesepakatan yang menyentuh isu maritim bisa dipandang sebagai langkah mundur dalam posisi Indonesia yang selama ini mempertahankan klaim kedaulatan wilayahnya di Laut China Selatan. Sejumlah organisasi masyarakat sipil juga menilai bahwa adanya potensi kerja sama maritim tersebut bisa dimanfaatkan untuk memuluskan klaim China terhadap wilayah yang diakui Indonesia.

Namun, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak mengubah posisi Indonesia yang telah jelas dan konsisten dalam menanggapi sengketa Laut China Selatan. Indonesia menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin memperkuat kerja sama bilateral dengan China dalam berbagai sektor tanpa mengorbankan prinsip-prinsip kedaulatan negara.

Kemlu juga menekankan bahwa kerja sama maritim yang disebutkan dalam pernyataan bersama itu dimaksudkan untuk memperkuat hubungan kedua negara dalam bidang perdagangan dan pengelolaan sumber daya alam laut, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional Indonesia.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Pernyataan bersama Indonesia-China ini menjadi sorotan publik di tengah ketegangan yang masih terjadi di Laut China Selatan, yang melibatkan klaim teritorial beberapa negara, termasuk China, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei. Indonesia sendiri tidak mengklaim wilayah tersebut, namun beberapa bagian dari Laut China Selatan berada dalam zona ekonomi eksklusif Indonesia.

Meskipun demikian, para ahli menilai bahwa sikap Indonesia dalam perjanjian ini harus terus diawasi dengan cermat, terutama dalam upaya menjaga kestabilan kawasan dan memastikan tidak ada kompromi terhadap hak-hak maritim Indonesia. “Posisi Indonesia tidak boleh tergeser dengan perjanjian semacam ini. Kedaulatan dan hak-hak atas wilayah laut kita harus tetap dijaga,” kata seorang pengamat hukum internasional.

Dengan reaksi yang semakin meningkat, pemerintah Indonesia diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai niat dan langkah-langkah konkret yang akan diambil dalam mengelola kerja sama dengan China tanpa mengorbankan kepentingan nasional di kawasan Laut China Selatan.

Sumber: CNNIndonesia.com

Advertisement

China
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

BERITA TERBARU

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version