Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gara-gara Menghina Pedagang Es, Gus Miftah Ditegur Prabowo

Gara-gara Menghina Pedagang Es, Gus Miftah Ditegur Prabowo

Berita Utama Kamis, 5 Desember 2024 5:23 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama, Gus Miftah, menjadi perbincangan hangat setelah video dirinya mengolok-olok seorang pedagang es teh, Sunhaji, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi dalam acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah, pada 20 November 2024. Dalam video tersebut, Gus Miftah menyebut Sunhaji dengan kata-kata yang dianggap merendahkan, seperti “Sana jual g*blok!” yang diucapkan di hadapan jemaah. Ucapannya memicu reaksi keras dari masyarakat yang mengecam tindakan itu sebagai tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.

Istana dan Presiden Prabowo Menegur Gus Miftah

Advertisement

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil tindakan dengan menegur Gus Miftah melalui Sekretaris Kabinet.

“Presiden sangat menghormati seluruh rakyat, termasuk mereka yang bekerja keras seperti pedagang kecil. Perilaku seperti itu tidak mencerminkan semangat kepemimpinan yang dijunjung tinggi oleh Presiden,” ujar Hasan.

Hasan menambahkan bahwa Presiden Prabowo dan jajaran kabinet bekerja keras setiap hari untuk meringankan beban masyarakat kecil, termasuk pedagang seperti Sunhaji.

BACA JUGA:  Pemanggilan Menteri Kabinet Merah Putih

“Kita semua harus menghargai kerja keras rakyat yang mencari nafkah dengan cara halal,” tambahnya.

Gus Miftah Bertemu Sunhaji untuk Meminta Maaf

Menanggapi kontroversi tersebut, Gus Miftah menemui Sunhaji secara langsung untuk meminta maaf. Dalam pertemuan itu, Gus Miftah menjelaskan bahwa niat awalnya hanya untuk bercanda, tetapi pernyataan tersebut telah disalahartikan dan melukai perasaan Sunhaji. “Saya meminta maaf dengan tulus kepada Kang Sunhaji dan keluarganya. Ini menjadi pelajaran besar bagi saya untuk lebih berhati-hati,” ucap Gus Miftah.

Sunhaji pun menerima permintaan maaf itu dengan lapang dada. “Sudah dimaafkan lahir batin,” katanya, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang.

Kritik dari Partai dan Tokoh Publik

Insiden ini juga memunculkan reaksi dari sejumlah tokoh politik. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Budi Djiwandono, menyayangkan tindakan Gus Miftah. Menurutnya, pernyataan tersebut menunjukkan kurangnya empati dan perlu dievaluasi oleh Presiden Prabowo. “Kami berharap pejabat publik menunjukkan sikap yang lebih bijaksana, terutama dalam situasi yang melibatkan masyarakat kecil,” ujar Budi.

BACA JUGA:  Praperadilan: Kata Febrie, Polri Santai Saja

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, turut mengkritik candaan Gus Miftah yang dianggap tidak pantas. “Lelucon seperti itu melampaui batas dan tidak menghormati martabat seseorang, apalagi di hadapan publik,” katanya. Jazilul juga mengingatkan bahwa profesi apapun, termasuk pedagang kecil, harus dihormati. Ia mendorong agar Gus Miftah lebih berhati-hati dalam bertutur kata.

Pelajaran Penting bagi Pejabat Publik

Kasus ini menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya menjaga sikap dan ucapan, terutama bagi pejabat yang memegang posisi publik. Sebagai utusan khusus, Gus Miftah diharapkan bisa menjadi panutan yang menunjukkan rasa hormat kepada semua kalangan. Meski telah meminta maaf, insiden ini meninggalkan catatan penting tentang pentingnya menjaga empati dan menghormati setiap profesi.

Advertisement

Prabowo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version