Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Baru Saja Selesai Gencatan Senjata, Kini Lebih 180 Orang Tewas di Gaza oleh Israel

Baru Saja Selesai Gencatan Senjata, Kini Lebih 180 Orang Tewas di Gaza oleh Israel

Berita Utama Sabtu, 2 Desember 2023 8:24 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

GAZANAPUBLIKA.COM – Serangan udara pasukan Israel di Jalur Gaza kembali meletus setelah gencatan senjata selama seminggu berakhir. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 180 orang dan melukai ratusan lainnya. Dilansir Al Jazeera Jumat, kemarin (1/12/2023),

Wilayah timur Khan Younis di selatan Gaza menjadi sasaran utama pemboman. Warga berlarian ke jalan membawa barang-barang yang ditumpuk di gerobak, mencari perlindungan lebih jauh ke barat.

Advertisement

Sirene terdengar di seluruh Israel selatan ketika para militan menembakkan roket dari Gaza. Hamas mengatakan pihaknya menargetkan Tel Aviv, tetapi tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan di sana.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan serangan udara Israel telah menewaskan 184 orang, melukai sedikitnya 589 lainnya dan menghantam lebih dari 20 rumah.

Militer Israel menyebarkan selebaran di Kota Gaza dan bagian selatan daerah itu pada hari Jumat. Mereka mendorong warga sipil untuk melarikan diri guna menghindari pertempuran.

Namun, kelompok hak asasi manusia telah berulang kali memperingatkan bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza.

“Warga sipil diperintahkan untuk pindah ke selatan, tapi tidak ada tempat di Gaza yang aman karena pemboman tanpa pandang bulu dan pertempuran yang terus berlanjut,” kata LSM Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) di X.

Sementara PBB menyatakan pertempuran itu akan memperburuk keadaan kondisi kemanusiaan yang direhabilitasi di Gaza.

“Neraka di Bumi telah kembali ke Gaza,” kata Jens Laerke, juru bicara kantor kemanusiaan PBB di Jenewa.

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa pasukan Israel telah memberi peringatan kepada semua organisasi dan entitas yang beroperasi di persimpangan bahwa akses truk telah dilarang.

“Keputusan ini memperburuk penderitaan warga negara dan meningkatkan tantangan yang dihadapi organisasi kemanusiaan dan bantuan dalam meringankan kesulitan warga negara dan pengungsi akibat agresi yang sedang berlangsung,” kata PRCS dalam sebuah postingan di X.

BACA JUGA:  Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Setelah Israel melanjutkan serangan udaranya, kantor media pemerintah Gaza menyampaikan kepada wartawan permohonan untuk negara-negara Arab dan Muslim mendirikan rumah sakit lapangan guna menyelamatkan puluhan ribu orang yang terluka.

Salama Marouf, juru bicara kantor tersebut, menyatakan bahwa truk bantuan dalam jumlah besar sangat diperlukan, termasuk setidaknya satu juta liter bahan bakar setiap harinya. Marouf juga mengajukan permintaan kepada negara-negara, terutama anggota Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam, untuk merancang rencana penyelamatan mendesak dan menemukan solusi kemanusiaan segera bagi lebih dari 250.000 keluarga yang telah kehilangan tempat tinggal mereka.

Ketika Gencatan Senjata Berakhir
Gencatan senjata Israel-Palestina yang telah berlangsung selama tujuh hari gagal setelah pemboman baru Israel terhadap Gaza.

Gencatan senjata tersebut dimulai pada 24 November, telah diperpanjang dua kali.

Qatar dan Mesir mengatakan mereka masih berupaya untuk memulihkan gencatan senjata, tetapi upaya mereka terhambat oleh serangan Israel.

AS dan Gedung Putih juga menyerukan pemulihan gencatan senjata dan meminta pembebasan lebih banyak tawanan serta peningkatan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menegaskan komitmen negaranya untuk melanjutkan upaya deeskalasi dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron di sela-sela COP28 di Dubai.

Keduanya sepakat untuk meninjau perkembangan terkini di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina serta membahas cara-cara untuk menerapkan gencatan senjata yang langgeng.

Masing-masing pihak yang bertikai saling menyalahkan satu sama lain atas kegagalan gencatan senjata.

Israel mengatakan kesepakatan itu dapat berlanjut selama Hamas membebaskan 10 sandera setiap hari.

Namun setelah tujuh hari pembebasan perempuan, anak-anak, dan sandera asing, para mediator gagal menemukan formula untuk membebaskan lebih banyak sandera, termasuk para tahanan politik.

BACA JUGA:  Polri Tegaskan Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Berdasarkan Lebih dari Dua Alat Bukti

Israel telah melakukan serangan udara di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, menewaskan lebih dari 15.000 warga Palestina, termasuk lebih dari 6.000 anak-anak. Di Israel, jumlah korban tewas resmi mencapai sekitar 1.200 orang.

Masing-masing pihak yang bertikai saling menyalahkan satu sama lain karena menyebabkan gagalnya gencatan senjata.

Jeda tersebut, yang dimulai pada 24 November, telah diperpanjang dua kali.

Israel mengatakan kesepakatan itu dapat berlanjut selama Hamas membebaskan 10 sandera setiap hari.

Namun setelah tujuh hari pembebasan perempuan, anak-anak dan sandera asing, para mediator gagal menemukan formula untuk membebaskan lebih banyak sandera, termasu

Qatar, yang memainkan peran penting dalam upaya mediasi bersama dengan Amerika Serikat dan Mesir, mengatakan negosiasi masih berlangsung dengan Israel dan Palestina untuk memulihkan gencatan senjata.

Namun pemboman baru Israel terhadap Gaza telah mempersulit upaya mereka.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron di sela-sela COP28 di Dubai, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengatakan negaranya berkomitmen untuk melanjutkan upaya deeskalasi.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar, keduanya meninjau perkembangan terkini di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina serta cara-cara untuk menerapkan gencatan senjata yang langgeng.

Gedung Putih juga mengatakan pihaknya berupaya memulihkan gencatan senjata.

Sekretaris Pers John Kirby mengatakan kepada wartawan pada Jumat malam bahwa AS ingin melihat lebih banyak tawanan dibebaskan dan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

Mesir mengatakan pihaknya juga berupaya untuk memulihkan gencatan senjata di Gaza sesegera mungkin, menurut pernyataan dari Layanan Informasi Negara Mesir.

Lebih dari 15.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober, termasuk lebih dari 6.000 anak-anak.

Di Israel, jumlah korban tewas resmi mencapai sekitar 1.200 orang (Sumber: Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Advertisement

Hamas Israel Konflik Palestina
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Berita Utama

Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Berita Utama

Polri Tegaskan Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Berdasarkan Lebih dari Dua Alat Bukti

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.