Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ketua DPR RI Puan Maharani Jelaskan Alasan Pengamanan Ketat dalam Rapat Revisi UU TNI

Ketua DPR RI Puan Maharani Jelaskan Alasan Pengamanan Ketat dalam Rapat Revisi UU TNI

Berita Utama Senin, 17 Maret 2025 23:01 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan penjelasan terkait penggunaan kendaraan taktis (rantis) untuk mengamankan rapat pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Rapat yang digelar di sebuah hotel di Jakarta pada Minggu (16/3/2025) tersebut dinilai memerlukan pengamanan ekstra setelah adanya upaya pihak tertentu untuk memasuki lokasi tanpa izin.

Puan menegaskan bahwa langkah pengamanan ini diambil untuk memastikan kelancaran proses rapat. “Kita semua tahu ada upaya untuk masuk tanpa izin ke lokasi rapat. Tentu saja, dalam situasi apa pun, masuk ke suatu acara tanpa izin tidak diperbolehkan,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Senin (17/3/2025).

Advertisement

Meski rapat berlangsung tertutup, Puan menekankan bahwa proses pembahasan revisi UU TNI dilakukan secara transparan dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Ia meminta semua pihak untuk menghormati proses tersebut dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya rapat. “Tidak patut bagi siapa pun untuk masuk ke rumah yang bukan miliknya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Rupiah Melemah, Sejumlah Bank Jual Dolar AS di Atas Rp17.700

**Aksi Protes Aktivis di Lokasi Rapat**

Sebelumnya, pada Sabtu (15/3/2025), tiga aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Sektor Keamanan melakukan aksi protes di Fairmont Hotel, Jakarta, tempat rapat Panja Revisi UU TNI berlangsung. Mereka berusaha memasuki ruang pertemuan Ruby 1 dan 2 untuk menyuarakan penolakan terhadap pembahasan revisi UU tersebut.

Salah satu aktivis, Andrie Yunus dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengenakan pakaian serba hitam saat mencoba menerobos masuk. Namun, upayanya dihentikan oleh dua staf yang mengenakan batik. Dalam insiden tersebut, Andrie sempat terdorong hingga jatuh ke lantai sebelum akhirnya bangkit kembali. “Anda mendorong, teman-teman. Ini bentuk represif,” protesnya.

Setelah gagal memasuki ruang rapat, Andrie dan dua aktivis lainnya melanjutkan aksi protes di depan pintu ruangan yang telah tertutup rapat. Dengan suara lantang, mereka menyerukan agar pembahasan RUU TNI dihentikan. “Kami menolak pembahasan di dalam. Kami menolak kembalinya dwifungsi ABRI,” teriak Andrie. “Hentikan pembahasan RUU TNI, hentikan!” serunya.

BACA JUGA:  Tolak Kenaikan BBM, Aksi Demo Mahasiswa UBK di Medan Merdeka Barat Diwarnai Kericuhan

Aktivis tersebut juga mengkritik proses pembahasan yang dinilai dilakukan secara diam-diam dan tertutup. “Kami meminta dihentikan karena prosesnya tidak transparan,” ujar Andrie.

**Respons Puan terhadap Aksi Protes**

Menanggapi aksi protes tersebut, Puan Maharani menegaskan bahwa rapat tertutup bukan berarti tidak transparan. Ia menjelaskan bahwa setiap tahapan pembahasan revisi UU TNI dilakukan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. “Kami memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai aturan dan melibatkan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Puan juga mengimbau agar semua pihak dapat menyampaikan aspirasinya dengan cara yang baik dan tidak mengganggu jalannya rapat. “Kami menghargai setiap pendapat, tetapi mari kita lakukan dengan cara yang santun dan sesuai prosedur,” pungkasnya.

Advertisement

DPR Puan Maharani
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.