Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kericuhan di Acara Pernikahannya, Dedi Mulyadi Bantah Ada di Lokasi

Kericuhan di Acara Pernikahannya, Dedi Mulyadi Bantah Ada di Lokasi

Daerah Selasa, 22 Juli 2025 22:24 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Garut – Tragedi kelam menyelimuti perayaan pernikahan Maula Akbar Mulyadi, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut. Acara yang semestinya menjadi simbol kebahagiaan keluarga elite itu justru berubah menjadi duka mendalam. Tiga nyawa melayang, termasuk seorang anak, seorang lansia, dan seorang anggota kepolisian, dalam kericuhan massal yang terjadi di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Garut, pada Jumat (18/7/2025).

Kronologi kejadian bermula ketika warga memadati lokasi resepsi terbuka yang digelar di Pendopo Garut. Keterangan dari salah seorang korban selamat, SF, yang kini dirawat intensif di RSUD dr. Slamet Garut, menyebutkan bahwa insiden bermula saat ia bersama keluarganya tengah mengantri makanan gratis sekitar pukul 14.00 WIB. Tanpa ada aba-aba, kerumunan massa tiba-tiba membeludak ketika sosok yang diduga adalah Gubernur Dedi Mulyadi muncul di lokasi, memicu gelombang warga yang ingin menyapa langsung pejabat publik tersebut.

“Lonjakan massa yang tidak terkendali menyebabkan kericuhan. Dalam situasi yang penuh desakan itu, saya terjatuh dan terpisah dari keluarga,” ujar SF, seperti dikutip dari rilis resmi Bidang Humas Polda Jawa Barat.

BACA JUGA:  BPKP Bongkar Borok Program GASLAH: Anggaran APBD Cair Tanpa Payung Hukum, Ketua Umum BPKP Sebut 'Kebijakan Prematur'

Petugas medis segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban yang mengalami luka akibat terinjak-injak dalam kepanikan massal.

Dedi Mulyadi Batah

Meskipun Dedi Mulyadi membantah kehadirannya di lokasi saat tragedi terjadi, sejumlah warga menyebut bahwa Gubernur Jawa Barat itu sempat terlihat di sekitar Pendopo. Video yang beredar di kanal YouTube pribadinya pun menunjukkan Dedi tengah berbincang mengenai persiapan makanan untuk warga dalam rangka syukuran pernikahan anaknya.

“Jadi untuk warga dilaksanakan tanggal 18. Makan sepuasnya, nonton sepuasnya, tertawa sepuasnya,” ujar Dedi dalam video tersebut.

Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan klarifikasi yang ia sampaikan beberapa hari setelah insiden. Melalui media sosialnya, Dedi menyatakan bahwa saat tragedi berlangsung, ia tengah mengikuti acara Festival UMKM yang digelar di Trans Studio, Bandung.

“Pada saat itu saya dalam perjalanan dari Subang menuju Trans Studio untuk menghadiri gelaran UMKM bersama Bank Indonesia dan Dinas Koperasi Jabar. Setelah menerima kabar soal kericuhan, saya langsung menuju Garut untuk menemui para korban,” ujarnya dalam unggahan Selasa (22/7/2025).

Maula Akbar dan Putri Karlina membantah bahwa acara tersebut memang dirancang untuk pembagian makanan gratis. Menurut mereka, makanan yang tersisa dari acara resepsi siang dibagikan spontan kepada warga yang datang. “Daripada tidak termakan, silakan dibagikan saja,” kata Maula.

BACA JUGA:  CIF di Pesona Cianjur: Kolaborasi ‘Seni Tradisi’ dan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Putri Karlina juga menyebut bahwa tidak pernah ada pengumuman resmi mengenai acara makan gratis.

“Balakecrakan bukan makan gratis seperti yang dimaksud. Kami hanya membagikan makanan secara spontan, bukan sebagai agenda resmi. Kami pun heran, dari mana narasi makan gratis ini berkembang,” jelas Putri.

Namun, kesaksian warga dan rekaman video sebelum insiden seolah menunjukkan bahwa terdapat komunikasi mengenai keterbukaan acara kepada masyarakat, yang berujung pada membludaknya antusiasme.

Pihak kepolisian telah mengambil alih penyelidikan. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyebut bahwa meskipun acara merupakan hajatan keluarga Gubernur dan Wakil Bupati, penyelidikan akan difokuskan kepada pihak Event Organizer (EO) selaku pelaksana teknis acara.

“Penyelidikan awal fokus kepada panitia dan penyelenggara. Karena kedua mempelai sudah menyerahkan sepenuhnya kepada EO,” ujar Hendra, Senin (21/7).

Namun hingga kini, Polda Jabar belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur keamanan dalam pelaksanaan acara besar tersebut.

Dedi Mulyadi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Daerah

Ekonomi Kurban Menyusut Triliunan Rupiah, Masjid Al Ikhlash Kalideres Rasakan Dampaknya

Daerah

Dampak Pemadaman Masal Sumatera: Sektor Perdagangan dan Layanan Kesehatan di Bagansiapiapi Lumpuh Total

Daerah

Bangkitnya Kebudayaan Nusantara Indikator Persatuan Indonesia

BERITA TERBARU

Ketua MPC PP Lebak Beri Apresiasi Tinggi, Penangkapan Kepala BGN Pusat

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Kejagung Bongkar Modus ‘Markup’ dan Aliran Dana Haram Dadan cs di Program ‘MBG’

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.