GazanaPublika.com, Cianjur — Memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Refleksi Mei Reformasi 98 diselenggarakan oleh Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran dan INSS, di Cianjur, Rabu, (20/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri 150 orang.
Kegiatan ini diikuti oleh para pemuda lintas komunitas maupun Agama, termasuk generasi X milenial, Gen Z dan Alpha, berlaku sebagai pelaksana utama adalah Gen z, sebagai upaya estafet kepemimpinan berbasis kebudayaan sebagai upaya dalam merawat semangat Kebangkitan Nasional di era kekinian. Turut hadir dan memberikan sambutan, Sekretaris Dinas Kebudayaan & Pariwisata Cianjur;
Sebagai ketua Pelaksana, Muhamad Alwan mengatakan, “kebudayaan bukan hanya aspek teknis berkesenian saja, kebudayaan lebih dari itu semua, sebab kebudayaan menekankan individu untuk lebih memahami arti perilaku yang didasari oleh Budo Pekerti. Dalam momentum Kebangkitan Nasional ini, kami mengajak semua kalangan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai luhur budaya asli Nusantara, sebagai indikator kemajuan bangsa, Kita boleh maju secara teknologi tapi kebudayaan asli nusantara tidak bisa kita tinggakan,” tambahnya.
Sekdis Budpar Kab. Cianjur Offan Soffarudin Maulana, mengatakan“, terimakasih yang sebesarnya kepada Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran atas terselenggaranya kegiatan ini, dan hal ini merupakan inisiasi yang sangat positif dalam rangka memperkuat nilai-nilai Kebangkitan Nasional, hal tersebut berkaitan dengan tujuan Pemajuan Kebudayaan,dengan nilai asli leluhur Pasundan yaitu Silih asih, silih asuh, silih asah.
Sesepuh Padepokan, Tedi Subarkah mengatakan, “Indonesia punya banyak contoh kearifan lokal yang bagus, dalam memperkuat sikap dan rasa kebangsaan, salah satu satunya rempug jukung dan sauyunan atau dikenal dengan istilah gotong royong dan tenggang rasa, sebagai wujud solidaritas masyarakat. Nilai-nilai tersebut masih relevan di tengah tantangan global yang semakin berat karena kondisi geopolitik dan ekonomi global, serta berkaitan dengan semangat Reformasi 98 yaitu memperkuat rasa kebangsaan dan profesionalitas dalam menjalankan amanat Rakyat. Perekonomian Indonesia tidak semata sebatas memperluas jaringan pasar semata, tetapi strategi memperkuat daya tahan masyarakat dalam segala hal.
Sekretaris INSS (Intelegence National & Securities Studies) Sdr M Sanik mengatakan Kegiatan ini didukung penuh oleh Direktur Eksekutif INSS, Dr. Stepi Anriani, S.IP.M.IP.,selanjutnya Sanik menuturkan “Kegiatan yang positif ini akan menjadi inspirasi kalangan Genz di berbagai Daerah, dan sebagai tujuan inti adalah mengajak semua pihak untuk tidak mudah terhasut dengan beredarnya narasi negatif yang memenuhi ruang-ruang Media Sosial”.
Selain Tedi, para Sesepuh yang hadir diantaranya Elfira Dunov Perwakilan Dari masyarakat Adat Bali, menekankan bahwa model ekonomi berbasis kolaborasi antar pelaku usaha kecil, koperasi, dan jaringan sosial lintas sektoral menjadi fondasi penting untuk menghadapi tekanan global yang semakin dinamis”.
Selain forum diskusi, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan yang merefleksikan semangat Kebangsaan berbasis kebudayaan. Penampilan kesenian tradisional berupa Mamaos Cianjuran yang di bawakan oleh Nurhasanah (Juru Kawih), Kang Iwa (Kacapi) dan Sukma Amanatullah (Suling) Adi Prawita (Sound). Mamaos Cianjuran menjadi pembuka acara yang menghidupkan identitas lokal, disusul orasi-orasi tentang makna kebangsaan yang menggugah kesadaran kolektif peserta.
Suasana semakin dinamis melalui musikalisasi puisi yang mengangkat tema perjuangan dan refleksi reformasi 98 oleh, Cakra Putra Ciptaningrasa dan Tri Anisa Dewi Tjakrawati mewakili Gen Alpha, kemudian aksi bakti sosial sebagai berupa Santunan untuk kalangan Lansia/Jompo dan anak yang sudah tidak memiliki orang tua kandung, wujud nyata gotong royong di tengah masyarakat.
Kemudian penampilan Atraksi dan Silat Pajampangan yang di perankan oleh Sdr Rijal (Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran).
Kegiatan ini di hadiri oleh Perwakilan dari Warga Gowa makassar, yaitu Chaerul Malombassang, Para sesepuh Paguron Kanca Satya, Warga Adat Banjar Kujang Padjadjaran Anyar, Maung Lugay, Perwakilan Gen z Provinsi Banten, Surabaya Jawa Timur, Kulonprogo Jawa Tengah, unsur Keguruan Menengah Cimahi dan Bandung, serta Gen Z dari DKI Jakarta.
Sebagai penutup,para generasi Muda lintas wilayah mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk Anarkisme dan menjaga Persatuan Indonesia. Deklarasi ini menjadi simbol bahwa kebangkitan generasi muda tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata, yaitu membantu sesama dan menjaga kondusifitas.
