Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Banjir Setengah Ban Lumpuhkan DI Panjaitan, Puluhan Motor Mogok dan Arus Tersendat di Jatinegara

Banjir Setengah Ban Lumpuhkan DI Panjaitan, Puluhan Motor Mogok dan Arus Tersendat di Jatinegara

Daerah Kamis, 29 Januari 2026 13:35 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Pagi yang biasanya sibuk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, berubah jadi antrean panjang dan deru mesin yang terdiam. Hujan deras sejak Kamis subuh membuat air menggenang hingga setengah ban kendaraan, memaksa puluhan pengendara sepeda motor menepi setelah mesin mereka mogok di tengah banjir.

Di antara mereka, Farid (34) berdiri di pinggir jalan sambil menunggu air keluar dari knalpot motornya. Ia baru saja memaksa melintas ketika genangan mencapai sekitar 50 sentimeter.

Advertisement

“Iya, ini motor saya lagi mogok, gak mau nyala mesinnya tadi pas saya terobos jalanan di sini,” kata Farid di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, (29/1/2026).

Menurut Farid, hujan yang turun tanpa jeda sejak pagi membuat genangan semakin tinggi dan sulit dilalui kendaraan roda dua.

“Kebetulan dari pagi hujan terus. Jalanan di DI Panjaitan jadi banjir, air masuk ke knalpot. Ketinggian air setengah ban, sekitar 50 sentimeter ada,” ujarnya.
Air yang terlanjur memenuhi knalpot membuat mesin enggan menyala. Farid terpaksa menunggu hingga air keluar sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

BACA JUGA:  Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran Gelar Diskusi Terbuka Mengusung Tema 'Nasionalisme di Jaman Kita'

“Mesin jadi belum hidup, masih banyak air di knalpot, setelah udah keluar airnya, Alhamdulillah, bisa nyala mesin,” ucapnya.
Ia mengaku sering melintasi ruas tersebut dalam aktivitas sehari-hari, namun kali ini kondisinya terasa berbeda.

“Sebenarnya sering lewat sini, tapi baru kali ini mogok karena airnya tinggi,” tutur Farid.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara motor terlihat mendorong kendaraannya yang mogok, sementara mobil melaju perlahan untuk menghindari kerusakan mesin. Petugas berjaga di beberapa titik, mengatur pergerakan kendaraan sekaligus membantu pengendara yang terdampak.

Menjelang siang, banjir mulai berangsur surut. Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati atau mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan risiko mogok.

BACA JUGA:  Usung Semangat Transformasi, Sanggar Klasick Tegal Alur Gelar Acara 'Temu Kangen' di RPTRA Dahlia

Di sisi lain, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan. Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sunaryo, mengatakan sebagian lajur dialihkan ke arah berlawanan.

“Sementara, kita berlakukan contra flow untuk khusus sepeda motor karena memang banjir sudah merendam Jalan DI Panjaitan ini sejak pagi tadi,” kata Sunaryo di lokasi.

Akibat genangan setinggi 40–50 sentimeter, antrean kendaraan mengular sepanjang 500 meter hingga satu kilometer, terutama pada jam sibuk pagi. Untuk meminimalisir kepadatan, petugas menerapkan contra flow khusus sepeda motor menuju persimpangan Halim Lama, sementara kendaraan dari arah UKI dialihkan ke kiri menuju Jalan Otista Raya.

Rekayasa tersebut bersifat situasional dan terus dievaluasi seiring perubahan kondisi di lapangan, sembari petugas memantau ketinggian air dan kelancaran arus kendaraan di jalur utama Jatinegara.

Advertisement

Banjir Hati
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Daerah

Student Care Vocation Padukan Budaya Tradisional dan Literasi Digital untuk Generasi Muda

Daerah

Tiga Siswa SMAN 22 Garut Terpilih Jadi Anggota Pasbara Upacara Hari Pramuka Tingkat Kabupaten

Daerah

PSI Garut Gelar Cukur Rambut Gratis, Kolaborasi dengan Seniman Pangkas ASGAR Indonesia

Daerah

Dana Tambahan Rp202 Miliar Masuk, Bupati Bima Naikkan Gaji P3K Paruh Waktu

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.