Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kebocoran Gas di Pabrik Es Karawaci Tangerang, Diduga Terjadi Selama Proses Produksi

Kebocoran Gas di Pabrik Es Karawaci Tangerang, Diduga Terjadi Selama Proses Produksi

Daerah Selasa, 6 Februari 2024 19:10 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: okezone.com

Advertisement

Tangerang, GazanaPublika.com – Kebocoran gas terjadi di sebuah pabrik es yang terletak di Jalan KS Tubun, Karawaci, Kota Tangerang, pada Selasa (6/2/2024). Penyelidikan oleh Polres Metro Tangerang Kota mengungkapkan bahwa kebocoran gas tersebut terjadi selama proses produksi.

Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa kebocoran gas amonia di pabrik es diduga disebabkan oleh kebocoran pada pipa gas. Menurut hasil penyelidikan sementara, kebocoran gas terjadi saat proses produksi.

Advertisement

“Diduga ada pipa yang terbuka, dan kemungkinan besar terjadi kebocoran selama proses produksi,” ujar Zain kepada wartawan pada Selasa (5/2/2024).

Zain menjelaskan bahwa gas yang bocor dari pabrik es di Tangerang adalah gas amonia, yang merupakan bahan yang digunakan untuk proses pembekuan es di pabrik tersebut. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini untuk memastikan penyebab pasti serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

BACA JUGA:  Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Dinilai Berpotensi Mengotakkan Identitas Budaya Sunda

“Kandungan kimianya yang paling kuat yakni Gas Amonia karena digunakan untuk pembekuan es agar tetap dingin,” ungkap Zain.

Saat ini, petugas masih fokus melakukan penyisiran di sekitar pabrik es untuk mencegah warga mendekati lokasi pabrik. Evakuasi juga dilakukan oleh Zain bersama BPBD dan Damkar Kota Tangerang untuk mengantisipasi keracunan gas.

“Jangan sampai masyarakat mendekati lokasi, karena gas tersebut menyengat dan berbahaya. Relokasi masyarakat dilakukan dalam radius 100-200 meter untuk mengantisipasi keracunan gas amonia,” jelas Zain.

Adapun terkait korban keracunan gas amonia, Zain menyebutkan bahwa 27 orang telah dilarikan ke rumah sakit. Rincian tersebut mencakup 4 orang dirawat di RS Sangiang, 16 orang di RS Sari Asih Karawaci, 4 orang di RS Ar-Rahman, dan 3 orang di RS Hermina.

BACA JUGA:  Semarak HUT RI ke-81, Pedagang Asongan dan PKL Palmerah Bagikan Kantong Sampah demi Jaga Kebersihan Kawasan DPR

“Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan dan fokus pada penanganan warga agar dapat segera pulih kembali,” tutup Zain. Pihak berwenang terus berupaya memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat di sekitar pabrik es yang terdampak kebocoran gas amonia ini.
(Sumber: suara.com, Kontributor : Wivy Hikmatullah)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Daerah

Student Care Vocation Padukan Budaya Tradisional dan Literasi Digital untuk Generasi Muda

Daerah

Tiga Siswa SMAN 22 Garut Terpilih Jadi Anggota Pasbara Upacara Hari Pramuka Tingkat Kabupaten

Daerah

PSI Garut Gelar Cukur Rambut Gratis, Kolaborasi dengan Seniman Pangkas ASGAR Indonesia

Daerah

Dana Tambahan Rp202 Miliar Masuk, Bupati Bima Naikkan Gaji P3K Paruh Waktu

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.