Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Heboh! Lafadz Allah di Atas Kubah Mesjid Terbuat dari Emas Senilai 3 Miliar Dicuri

Heboh! Lafadz Allah di Atas Kubah Mesjid Terbuat dari Emas Senilai 3 Miliar Dicuri

Daerah Rabu, 6 Maret 2024 7:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Maluku, GazanaPublika.com – Warga Desa Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku dibuat geram oleh pencuri. Pasalnya mereka dikejutkan dengan hilangnya hiasan di atas kubah bertuliskan lafadz Allah, di Mesjid Al Huda, Desa Kaiely Kecamatan Kaiely, Kabupaten Buru, telah hilang dicuri orang sekitar Senin malam lalu, pukul 02.00 WIT (4/3/2024)

Ternyata, lafadz Allah di atas kubah masjid terbuat dari emas seberat 2,6 kilogram dan bernilai sekitar Rp 3 miliar. Lafadz Allah terbuat dari emas tersebut, diduga telah dicuri.

Advertisement

Kepada media, Kepala Desa Kaiely, Raja Fandi Ashari Wael menjelaskan Tiang Alif Lafadz Allah yang hilang dicurigai berasal dari oknum penambang yang masuk lalu- lalang pada desa tersebut.

Kepala Desa Kayeli, Raja Fandi Ashari Wael, mengungkapkan bahwa hiasan kubah, yang dikenal sebagai tiang Alif, telah terpasang sejak kurang lebih sembilan tahun lalu, tepatnya sejak tahun 2015. Hiasan tersebut dirancang oleh perajin emas yang khusus didatangkan untuk tugas tersebut dan dipasang dalam sebuah upacara keagamaan.

BACA JUGA:  BK DPRD Kaur Panggil 'B' Terkait Kasus, Siap Usut Habis-Habisan

“Hiasan itu sudah dipasang sejak tahun 2015,” ungkap Fandi, sambil menyebut bahwa hiasan tersebut memiliki bobot 2,6 kilogram dan bernilai sekitar Rp 3 miliar.

Warga setempat merasa geram dan sedih atas hilangnya hiasan tersebut, mengingat upaya bersama warga dan penambang di Gunung Botak yang sebelumnya berkumpul untuk membuat hiasan kubah masjid tersebut.

“Dulu awalnya tahun 2013-2014 itu semua masyarakat dan penambang yang ada di Gunung Botak kumpul (mengumpulkan) emas (untuk hiasan),” jelas Fandi.

Kekecewaan meluap dari masyarakat, yang menduga bahwa pencuri menggunakan tangga saat melancarkan aksinya. Dugaan ini muncul karena warga menemukan sebuah tangga yang diduga ditinggalkan oleh pencuri dan telah dilaporkan ke Polres.

BACA JUGA:  Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

Kepala Kepolisian Resor Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, membenarkan dugaan pencurian hiasan emas dari kubah masjid di Desa Kayeli. Polisi telah turun ke lokasi kejadian, meminta keterangan dari warga, dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta mengembalikan kekayaan emas yang hilang.

“Sampai saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres Sulastri. Kejadian ini menyisakan kekecewaan mendalam dan keprihatinan di kalangan masyarakat, yang berharap keadilan dapat segera ditegakkan. (Sumber: Kompas.com – penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Daerah

Student Care Vocation Padukan Budaya Tradisional dan Literasi Digital untuk Generasi Muda

Daerah

Tiga Siswa SMAN 22 Garut Terpilih Jadi Anggota Pasbara Upacara Hari Pramuka Tingkat Kabupaten

Daerah

PSI Garut Gelar Cukur Rambut Gratis, Kolaborasi dengan Seniman Pangkas ASGAR Indonesia

Daerah

Dana Tambahan Rp202 Miliar Masuk, Bupati Bima Naikkan Gaji P3K Paruh Waktu

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.