Advertisement
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Anne Hermadiane Adnan, menjelaskan bahwa tiga korban yang telah ditemukan terdiri dari satu warga Kecamatan Simpenan dan dua warga Kecamatan Palabuhanratu. Pencarian terhadap korban hilang akan dilanjutkan pada Sabtu (8/3/2025) pagi oleh tim gabungan.
Selain upaya pencarian korban, petugas juga terus melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak bencana. Data terakhir yang tercatat hingga Jumat (7/3/2025) siang menunjukkan bahwa bencana ini telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Lima rumah mengalami kerusakan ringan, enam rumah rusak sedang, dan enam rumah lainnya rusak berat. Selain itu, 145 unit rumah masih terendam air banjir, dan 20 fasilitas umum serta sosial juga terdampak.
“Dampak terhadap masyarakat mencatat sebanyak 149 kepala keluarga atau 264 jiwa terdampak, sedangkan yang mengungsi sebanyak 146 kepala keluarga atau 304 jiwa,” ungkap Anne dalam keterangan resminya pada Sabtu (8/3/2025). Ia juga menambahkan bahwa terdapat tiga kepala keluarga atau sebanyak 10 jiwa yang masih dalam kondisi terancam.
Wilayah yang terdampak bencana ini meliputi 23 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, antara lain Kadudampit, Curugkembar, Simpenan, Palabuhanratu, Waluran, Bantargadung, Cisaat, Cikembar, Warungkiara, Sagaranten, Lengkong, Jampangtengah, Ciemas, Cimanggu, Pabuaran, Gunungguruh, Cikakak, Cicantayan, Cisolok, Sukaraja, Caringin, Cikidang, Jampang Kulon, dan Purabaya.
Anne mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan informasi terkait kebencanaan atau pantauan visual di wilayahnya kepada pihak berwenang guna mempercepat penanganan. “Perhitungan kerugian material masih dalam proses,” tuturnya.
Sebelumnya, seorang bocah berinisial NS dilaporkan meninggal dunia dalam bencana ini, sementara tujuh warga lainnya dinyatakan hilang. Ketujuh korban hilang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi, termasuk dua orang di Kecamatan Simpenan, tiga orang di Kecamatan Lengkong, dan dua orang lagi di Kecamatan Palabuhanratu.
Bencana banjir dan longsor ini dipicu oleh hujan deras yang melanda wilayah Sukabumi dalam beberapa hari terakhir. BPBD Jabar dan Kabupaten Sukabumi saat ini masih melakukan pendataan dan penghitungan kerugian material yang ditimbulkan oleh bencana ini.
Advertisement
Advertisement
