Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Celana Jeans: Masa Lalu Keren, Masa Kini Oke

Celana Jeans: Masa Lalu Keren, Masa Kini Oke

Gaya Hidup Kamis, 5 September 2024 6:31 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: IDNTimes.com.

Advertisement

GazanaPublika.com – Pagi itu, Anda merasa bingung harus mengenakan busana apa. Pandangan matamu tertuju pada sepasang jeans yang tergantung di lemari. “Sepertinya jeans aman untuk hari ini,” gumammu sambil tersenyum. Jeans memang selalu menjadi pilihan tepat ketika kebingungan melanda. Tapi, tahukah kamu bagaimana asal-usul celana jeans ini?

Jeans, yang kini identik dengan gaya santai, sebenarnya dimulai pada tahun 1800-an. Saat itu, kata “jeans” mengacu pada kain katun twill yang digunakan untuk membuat celana panjang. Namun, asal-usulnya yang lebih menarik adalah bagaimana denim—atau dikenal sebagai “bleu de Nimes” karena produksinya yang dimulai di kota Nimes, Prancis—mulai digunakan.

BACA JUGA:  Hidup Tenang, Tidak Berlebihan: Kembali ke Kesederhanaan yang Menentramkan

Advertisement

Seiring berjalannya waktu, jeans berkembang menjadi celana kerja yang kuat. Pada 1873, penjahit Jacob Davis dan pemilik toko kain Levi Strauss mematenkan celana jeans dengan paku keling di bagian saku, sehingga lebih tahan lama untuk para pekerja kasar seperti koboi dan penambang. “Bahan ini tangguh, tapi kita perlu menambah kekuatan di kantong,” pikir mereka.

Selama Perang Dunia Pertama, jeans menjadi pakaian standar bagi pekerja perang, dan kepopulerannya terus meroket hingga merasuk ke dunia Hollywood. John Wayne, Gary Cooper, James Dean, dan Marlon Brando memperkenalkan jeans sebagai simbol kebebasan dan pemberontakan. Dari pakaian kerja, jeans berubah menjadi ikon gaya hidup dan pop culture.

BACA JUGA:  Spider-Man: Brand New Day. Terlaris 2026

Pada tahun 1976, Calvin Klein membawa jeans ke level baru dengan memasukkannya ke dalam dunia fashion kelas atas. Kini, jeans bukan hanya simbol kenyamanan dan ketangguhan, tapi juga lambang gaya yang abadi, dari koboi hingga catwalk. Seperti yang dikatakan Yves Saint Laurent, “Jeans biru memiliki kesederhanaan dan daya tarik yang tak lekang oleh waktu.”

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Gaya Hidup

Spider-Man: Brand New Day. Terlaris 2026

Gaya Hidup

Hidup Tenang, Tidak Berlebihan: Kembali ke Kesederhanaan yang Menentramkan

Gaya Hidup

Kode Redeem Free Fire Max 12 Agustus 2025: Emote Keren, Pets Lucu, dan Voucher Gratis Menanti!

Gaya Hidup

Ramalan Zodiak 12 Agustus 2025 untuk Aries, Taurus, Gemini: Jangan Buru-buru Ambil Keputusan

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version