Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menempatkan Adab dan Ilmu

Menempatkan Adab dan Ilmu

Genta Qalbu Senin, 6 Mei 2024 19:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

“Jangan adab dengan kebodohannya dan Jangan ilmu dengan kesombongannya” – AOA

GazanaPublika.com – Kadang kita menyatakan bahwa seseorang yang baik tetapi lugu. Akibatnya, mereka dimanfaatkan, diperalat, bahkan ditipu. Ini hanyalah gambaran realitas sosial. Sangat disayangkan jika orang baik itu lugu, tetapi ujung-ujungnya malah terkena dampak negatif. Lugu bukan berarti bodoh, namun mengandung kelemahan karena tidak bisa menentukan sikap dan tidak mampu menolak demi kebaikan atau hal yang lebih baik.

Uraian ini menekankan pentingnya memastikan seseorang beradab, bukan hanya lugu. Keadaan ini dapat merugikan diri sendiri. Orang beradab adalah orang yang baik, mampu menempatkan perilaku mereka dengan tepat dalam berbagai situasi dan kondisi. Oleh karena itu, adab harus disertai rasa peka dan sensitivitas terhadap keadaan serta kategori orang yang dihadapi. Kadang kita jadi bodoh oleh keadaan.

Begitu juga dengan menempatkan diri ketika kita memiliki ilmu. Ujian bagi seseorang yang memiliki ilmu adalah menghadapi kesombongan, yaitu merasa lebih tahu daripada orang lain. Terkadang, orang yang berilmu kehilangan adabnya ketika menghadapi orang yang dianggap kurang wawasan, tidak berpendidikan, atau jarang membaca. Terutama ketika berhadapan dengan orang yang tidak mengetahui, tetapi merasa lebih tahu dari dirinya sendiri. Akibatnya, hal ini dapat memicu emosionalitas dan kecenderungan meremehkan orang tersebut. Apa salahnya untuk bersabar dan menahan diri?

Seringkali, ketika disalahkan oleh orang yang tidak tahu, kita merasa geram dan ingin segera memotong pembicaraan. Bahkan kita mungkin langsung berkata, “Itu salah!” Hal ini dapat menyebabkan kita terjebak dalam perdebatan ego.

Orang yang cerdas tidak ingin direndahkan derajatnya. Akhirnya, etika dan sikap kita dapat hilang bersama dengan kehormatan dan martabat kita. Oleh karena itu, orang yang berilmu seharusnya bersabar dalam menghadapi kebodohan orang lain dan mampu membimbing mereka.

Alkisah, ketika Imam Syafi’i mengajarkan muridnya yang bodoh bernama Rabi’ bin Sulaiman. Sepenggal kisahnya begini:

Ketika menjelang waktu ashar, Imam Syafii berkata kepadanya, “Wahai muridku, sebatas inilah kemampuanku dalam mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, berdoalah kepada Allah agar berkenan mencurahkan ilmu-Nya untukmu. Tugasku hanya menyampaikan ilmu. Hanya Allah yang memberikan ilmu. Seandainya ilmu yang kuajarkan ini adalah sesendok makanan, pasti sudah kusuapkan ini kepadamu.”

Jangan sombong atas ilmu yang kita miliki!

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.