Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ilmu dan Cahaya

Ilmu dan Cahaya

Genta Qalbu Minggu, 1 Desember 2024 20:54 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

Advertisement

“Ilmu dihadapkan pada akal, cahaya itu dihadapkan pada hati, sedangkan dunia yang kita lihat ini sudah terbentuk.” – AOA

GazanaPublika.com – Dunia yang kita lihat telah ada sejak dahulu dan sudah menjadi takdir. Suka atau tidak suka, dengan ridha kita harus menghadapi kenyataan tersebut. Pahit getir, suka duka, seyogianya harus diterima dengan ikhlas. Jangan berpaling dari dunia, sebab manusia hidup di dunia. Dunia adalah ladang ibadah, tempat bercocok tanam.

Advertisement

Gunakanlah ilmu yang berpangkal pada akal untuk menghadapi dunia. Sebab dunia harus dihadapi dengan berikhtiar selama maqam kita adalah maqam ikhtiar. Utamakan usaha, sedangkan hasilnya tergantung pada ikhtiar yang dilakukan. Ikhtiar yang benar adalah yang dilakukan dengan cara yang dibenarkan oleh akal dan dicapai melalui ilmu. Meskipun demikian, pada akhirnya kita tetap menyerahkan semuanya kepada Allah SWT dan berdoa. Menolak berikhtiar berarti keluar dari nalar dan terjebak dalam khayalan serta harapan semata. Sikap ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang malas.

Hasil, meskipun berasal dari ikhtiar, pada hakikatnya terjadi atas kehendak Allah. Jika berupa rezeki, dalam bentuk apa pun, hakikatnya adalah pemberian dari Allah. Manusia mustahil menciptakan rezeki sendiri karena hakikatnya rezeki sudah disediakan oleh Allah SWT. Manusia hanya perlu berusaha untuk meraihnya. Dengan demikian, dunia hanya bisa diraih melalui akal dan ilmu.

Apakah ada cara lain untuk meraih dunia? Tentu ada, yaitu dengan bertawakal. Namun, tawakal adalah maqam bagi mereka yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niat mereka bukan untuk meraih dunia, tetapi mengharap rahmat dan ridha Allah. Allah-lah yang kemudian menjamin rezeki orang-orang yang bertawakal. Tawakal harus dilakukan dengan total kepada Allah, tidak setengah-setengah. Sedangkan ikhtiar biasanya berniat untuk meraih dunia, meskipun sebagian hasilnya digunakan untuk beribadah.

Sementara itu, cahaya ditujukan kepada hati. Cahaya bukanlah ilmu; justru ia kebalikan dari ilmu. Cahaya adalah petunjuk dari Allah SWT yang harus diikuti melalui bimbingan guru. Cahaya tidak digunakan untuk mencari dunia, melainkan untuk mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT.

Cahaya bersifat di luar nalar. Misalnya, taat kepada orang tua, guru, dan pemimpin. Terkadang akal dapat memahami pentingnya ketaatan tersebut, tetapi ada kalanya perintah itu bertentangan dengan nalar atau keinginan pribadi. Namun, dalam rangka menaati perintah, seseorang harus mengesampingkan pandangan dan keinginannya sendiri. Proses inilah yang disebut cahaya, dan hanya hati yang mampu melaksanakan ketaatan semacam itu.

Apabila seseorang sudah taat kepada orang tua, guru, dan pemimpin, niscaya ia akan taat kepada Allah SWT. Sebaliknya, jika membangkang kepada mereka, kemungkinan besar ia juga akan membangkang kepada Allah. Oleh karena itu, cahaya hanya bisa bersemayam di dalam qalbu yang bersih. Keberadaan cahaya dalam diri menjadi sumber makrifat kepada Allah.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.