Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hamas Bersedia Serahkan Senjata Berat, Tapi Tolak Lepas Persenjataan Ringan

Hamas Bersedia Serahkan Senjata Berat, Tapi Tolak Lepas Persenjataan Ringan

Internasional Kamis, 16 Oktober 2025 5:38 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Gaza – Kelompok Hamas dilaporkan bersedia menyerahkan senjata berat mereka kepada badan pemerintahan Palestina di Gaza atau kepada negara-negara Arab, namun menolak menyerahkan persenjataan ringan yang mereka sebut sebagai alat pertahanan diri. Langkah ini menjadi sinyal diplomatik penting di tengah rapuhnya proses gencatan senjata yang kembali diwarnai pelanggaran oleh Israel.

Menurut laporan Axios, media berbasis di Amerika Serikat, dua sumber — salah satunya pejabat tinggi AS — mengonfirmasi bahwa Hamas telah menyampaikan kesediaan tersebut dalam rangka upaya membentuk pemerintahan transisi di Gaza.

Advertisement

“Hamas menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan senjata beratnya — terutama roket dan rudal — kepada entitas Palestina atau Arab, tetapi bersikeras menyimpan senjata mereka untuk membela diri,” tulis laporan Axios, Rabu (15/10/2025).

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Sementara itu, menurut Reuters, pembicaraan mengenai pengaturan keamanan pascaperang di Gaza kini menjadi topik sensitif antara Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar. Ketiga negara itu berupaya menengahi kesepakatan yang memungkinkan rekonsiliasi antara Hamas dan Otoritas Palestina (PA), tanpa memicu kekosongan kekuasaan di wilayah tersebut.

Namun, sumber diplomatik yang dikutip The Guardian memperingatkan bahwa langkah Hamas menyerahkan senjata berat tidak serta merta berarti pelucutan kekuatan militer mereka. Banyak pihak menilai, kelompok tersebut ingin mempertahankan kemampuan tempur dasar guna menjaga ‘keseimbangan kekuatan’ dengan Israel dan kelompok bersenjata lain di kawasan.

Sejumlah analis menilai tawaran ini menunjukkan pergeseran strategi Hamas — dari perlawanan bersenjata penuh menuju posisi politik yang lebih fleksibel, dengan menuntut peran dalam pemerintahan Palestina pascaperang.

BACA JUGA:  Ketegangan Memanas di Timur Tengah: Serangan Udara Amerika Serikat di Iran Tewaskan 14 Orang pada Hari Kedua

Di sisi lain, situasi di Gaza tetap tegang. Israel dilaporkan terus melakukan operasi militer terbatas di beberapa wilayah, sementara bantuan kemanusiaan kembali tersendat. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan bahwa lebih dari 39.000 warga sipil telah tewas sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023.

Langkah Hamas ini dipandang sebagai bagian dari upaya untuk membuka ruang negosiasi politik yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan negara-negara Arab seperti Mesir, Qatar, dan Arab Saudi dalam pengawasan pascaperang Gaza.

Advertisement

Israel Palestina Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Berita Utama

Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

BERITA TERBARU

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version