Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Iran Targetkan Pangkalan AS di Kuwait, Pengakuan Intelijen Guncang Narasi ‘Perang Pilihan’

Iran Targetkan Pangkalan AS di Kuwait, Pengakuan Intelijen Guncang Narasi ‘Perang Pilihan’

Berita Utama Senin, 2 Maret 2026 23:49 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Ketegangan di kawasan Teluk kian memanas memasuki hari ketiga. Militer Iran mengumumkan telah menargetkan pangkalan udara milik Amerika Serikat (AS) di Kuwait dalam serangan terbaru pada Senin (2/3/2026). Selain itu, kapal-kapal militer AS di Samudra Hindia bagian utara juga disebut menjadi sasaran.

“Unit-unit rudal dari pasukan darat dan angkatan laut militer yang beroperasi dari berbagai lokasi menargetkan pangkalan udara Ali Al Salem milik AS di Kuwait serta kapal-kapal musuh di Samudra Hindia bagian utara selama beberapa jam terakhir,” kata militer Iran dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026).

Advertisement

Dalam pernyataan yang sama disebutkan bahwa “15 rudal jelajah” digunakan dalam serangan tersebut. Pangkalan udara Ali Al Salem merupakan salah satu instalasi utama AS di Kuwait, negara Teluk yang diperkirakan menampung sekitar 13.500 tentara Amerika. Serangan ini menjadi bagian dari rentetan aksi balasan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS, setelah Washington dan Israel melancarkan serangan besar pada Sabtu (28/2/2026).

Ledakan kembali terdengar di berbagai kota di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Serangan balasan Iran ini disebut telah memasuki hari ketiga sebagai respons atas bombardir besar-besaran yang dilakukan AS dan Israel.

BACA JUGA:  Selat Sunda Siaga: Aktivitas Magma Anak Krakatau Meningkat, Alur Pelayaran Diperketat

Di Washington, dinamika berbeda justru mencuat. Pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mengakui kepada staf Kongres bahwa tidak ada intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang lebih dulu pasukan AS. Pengakuan tersebut diungkapkan dua sumber yang mengetahui jalannya pengarahan, sebagaimana dikutip Reuters.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah AS dan Israel melancarkan salah satu operasi militer paling ambisius terhadap Iran dalam beberapa dekade terakhir. Operasi yang dimulai Sabtu (1/3/2026) dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menenggelamkan kapal-kapal perang Iran, serta menghantam lebih dari 1.000 target di berbagai wilayah.

Pengakuan dalam forum tertutup tersebut dinilai meruntuhkan salah satu argumen utama yang sebelumnya digunakan pemerintahan Trump untuk membenarkan perang.

Sehari sebelumnya, pejabat senior pemerintah mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan Trump melancarkan serangan sebagian dipicu oleh indikasi bahwa Iran mungkin akan menyerang pasukan AS di Timur Tengah. Namun dalam pengarahan selama lebih dari 90 menit kepada staf Demokrat dan Republik dari sejumlah komite keamanan nasional di Senat dan DPR, pejabat pemerintahan menekankan bahwa rudal balistik Iran dan pasukan proksi Teheran memang menimbulkan ancaman mendesak terhadap kepentingan Amerika.

Meski begitu, menurut dua sumber yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, tidak ada intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang pasukan AS terlebih dahulu.

BACA JUGA:  Kunjungi Provinsi Banten, Wamen Ossy Ajak Jajaran Terus Bertransformasi Melayani Masyarakat

Trump menyatakan operasi militer yang diperkirakan berlangsung berminggu-minggu itu bertujuan memastikan Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, membatasi program rudalnya, serta menghilangkan ancaman terhadap AS dan sekutunya. Ia juga mendesak rakyat Iran untuk bangkit dan menggulingkan pemerintah mereka.

Namun, Partai Demokrat menuduh Trump melancarkan ‘perang pilihan’ dan mempertanyakan alasan pemerintah meninggalkan jalur diplomasi yang sebelumnya disebut masih memiliki peluang oleh mediator Oman.

Di tengah perdebatan politik itu, konflik terus menelan korban. Komando Pusat AS (United States Central Command) melaporkan tiga personel militer AS tewas dan lima lainnya mengalami luka serius, sementara sejumlah lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan ledakan dan gegar otak.

Militer AS juga menyebut pesawat dan kapal perangnya telah menghantam lebih dari 1.000 target Iran sejak operasi dimulai. Di antaranya adalah pengerahan pembom siluman B-2 yang menjatuhkan bom seberat 2.000 pon atau sekitar 900 kilogram ke fasilitas rudal bawah tanah Iran yang diperkuat.

Perang yang awalnya diklaim sebagai langkah pencegahan kini bergeser menjadi babak eskalasi terbuka—di medan tempur maupun di ruang politik Washington.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Berita Utama

Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Berita Utama

Polri Tegaskan Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Berdasarkan Lebih dari Dua Alat Bukti

BERITA TERBARU

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.