Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pentagon Copot Menteri Angkatan Laut AS di Tengah Ketegangan Perang dengan Iran

Pentagon Copot Menteri Angkatan Laut AS di Tengah Ketegangan Perang dengan Iran

Internasional Kamis, 23 April 2026 20:18 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Washington — Pemerintah Amerika Serikat melalui Pentagon resmi mencopot John Phelan dari jabatannya di tengah situasi perang melawan Iran yang masih berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Dalam pernyataan resminya, Pentagon hanya menyebut bahwa Phelan “meninggalkan pemerintahan, berlaku segera”, tanpa merinci alasan di balik keputusan tersebut. Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyampaikan apresiasi atas pengabdian Phelan.

Advertisement

“Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Menteri Phelan atas pengabdiannya kepada Kementerian dan Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujarnya.

Sebagai pengganti sementara, posisi tersebut akan diisi oleh Wakil Menteri Angkatan Laut, Hung Cao.

Gelombang Perombakan di Tubuh Militer AS

Pemecatan ini menjadi bagian dari rangkaian perombakan di tubuh militer Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, Pete Hegseth juga mencopot pejabat tinggi militer, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George.

BACA JUGA:  Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Sejumlah sumber menyebutkan langkah tersebut berkaitan dengan dinamika internal dan ketegangan di level pimpinan militer, termasuk relasi dengan Daniel Driscoll.

Rangkaian pergantian ini memperpanjang daftar gejolak di Pentagon, menyusul pencopotan sejumlah pejabat tinggi sebelumnya, termasuk mantan Ketua Kepala Staf Gabungan, C.Q. Brown.

Bayang-bayang Konflik dan Gencatan Senjata Rapuh

Langkah ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran. Washington diketahui terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, terutama melalui pengerahan armada laut untuk menjaga tekanan strategis terhadap Teheran.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengandalkan kekuatan angkatan laut untuk menjalankan blokade, khususnya di wilayah strategis seperti Selat Hormuz, guna menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.

Namun, proses diplomasi belum menunjukkan kemajuan signifikan. Iran dilaporkan belum bersedia menghadiri putaran lanjutan negosiasi damai yang direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Di tengah kebuntuan tersebut, Trump bahkan memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas, meski sebelumnya sempat melontarkan ultimatum keras terhadap Iran.

Tekanan Politik dan Strategi yang Dipertanyakan

Pengamat kebijakan luar negeri AS, Barbara Slavin, menilai langkah memperpanjang gencatan senjata lebih sebagai upaya meredam tekanan politik.

Menurutnya, situasi ini menunjukkan posisi Washington yang tidak sepenuhnya menguntungkan dalam konflik tersebut.

“Perang ini tidak berjalan seperti yang ia harapkan sejak awal, dan Iran telah menemukan daya tawar baru melalui kendalinya atas Selat Hormuz,” ujar Slavin.

Ia menambahkan, Amerika Serikat seharusnya mulai melonggarkan tuntutan dan menunjukkan keseriusan dalam mencari solusi damai.

Di tengah ketidakpastian arah konflik, pergantian pejabat tinggi di Pentagon dinilai menjadi sinyal bahwa strategi militer dan politik Amerika Serikat sedang mengalami penyesuaian besar.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version