Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Joe Biden Desak Hamas Terima Proposal Israel untuk Akhiri Konflik Gaza

Joe Biden Desak Hamas Terima Proposal Israel untuk Akhiri Konflik Gaza

Internasional Sabtu, 1 Juni 2024 16:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Hamas untuk menerima proposal baru yang diajukan Israel guna mengakhiri konflik di Jalur Gaza. Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Jumat (31/5/2024), Biden menjelaskan bahwa rencana tersebut terdiri dari beberapa tahap yang bertujuan untuk mencapai perdamaian permanen.

Tahap pertama dari rencana tersebut mencakup gencatan senjata penuh, penarikan pasukan Israel Defense Forces (IDF) dari daerah berpenduduk, serta pertukaran sandera dengan tahanan Palestina. “Ini adalah momen yang sangat krusial,” kata Biden, seperti dilaporkan oleh BBC pada Sabtu (1/6). “Hamas mengatakan mereka menginginkan gencatan senjata. Kesepakatan ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kesungguhan mereka.”

Advertisement

Biden menambahkan bahwa gencatan senjata akan memungkinkan bantuan kemanusiaan yang lebih besar, dengan sekitar 600 truk bantuan dikirim ke Jalur Gaza setiap hari.

BACA JUGA:  Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Tahap kedua dari proposal ini adalah pengembalian semua sandera yang masih hidup, termasuk tentara Israel. Gencatan senjata ini diharapkan menjadi langkah menuju penghentian permusuhan secara permanen, dengan pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

Tahap ketiga melibatkan pengembalian jenazah sandera Israel dan program rekonstruksi besar-besaran yang didukung oleh bantuan AS dan internasional untuk membangun kembali rumah, sekolah, dan rumah sakit.

Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, juga mendesak Hamas untuk menyetujui usulan tersebut. Dalam pernyataannya di platform X, Cameron menyatakan, “Hamas harus menerima kesepakatan ini sehingga pertempuran bisa dihentikan. Kami sudah lama berpendapat bahwa penghentian pertempuran bisa berubah menjadi perdamaian permanen jika kita semua siap mengambil langkah yang tepat. Mari manfaatkan momen ini dan akhiri konflik ini.”

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyambut baik inisiatif ini. “Dunia telah menyaksikan terlalu banyak penderitaan dan kehancuran di Gaza. Ini saatnya untuk berhenti,” katanya. Guterres mendorong semua pihak untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk gencatan senjata, membebaskan semua sandera, dan menjamin akses kemanusiaan tanpa hambatan, serta akhirnya mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Biden mengakui bahwa negosiasi antara tahap satu dan dua akan menjadi tantangan. Beberapa hari sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang persetujuan untuk mengakhiri perang sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata, menjadikan pernyataan Biden mengenai akhir perang sangat penting.

Meskipun rencana ini mencakup banyak rincian dari perundingan sebelumnya yang gagal, seruan AS untuk gencatan senjata permanen tampaknya merupakan konsesi signifikan yang dirancang untuk menarik Hamas kembali ke meja perundingan. Gencatan senjata permanen telah menjadi salah satu tuntutan utama Hamas.

Sumber: liputan6.com

Advertisement

Desa Hamas Israel
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

BERITA TERBARU

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version