Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dian PSI : Siapa Yang Percaya Ijazah Jokowi Beli di Pasar Pramuka, IQ-nya 70

Dian PSI : Siapa Yang Percaya Ijazah Jokowi Beli di Pasar Pramuka, IQ-nya 70

Nasional Jumat, 27 Juni 2025 0:35 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Isu dugaan pemalsuan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat di tengah perdebatan publik. Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, menyampaikan kritik keras kepada pihak-pihak yang menyebarkan dan mempercayai tudingan tersebut.

Dalam pernyataannya di platform X (sebelumnya Twitter) pada Rabu, 26 Juni 2025, Dian menyebut bahwa menyamakan dokumen resmi pendidikan Jokowi dengan cetakan pasar merupakan penghinaan terhadap akal sehat.

Advertisement

“Kalau ingin tahu siapa yang punya IQ 70-79 di Indonesia, lihat saja siapa yang percaya ijazah Jokowi dicetak di Pasar Pramuka,” tulis Dian, seperti dikutip Detik.com (26/6/2025).

Ia menambahkan, seluruh dokumen pendidikan Jokowi telah disahkan jauh sebelum Jokowi mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surakarta pada 2005. Ia bahkan menyebutkan nama Anggit, salah satu tokoh yang terlibat dalam proses legalisasi ijazah ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2004..Lebih lanjut, Dian menegaskan bahwa dokumen yang sama juga dipakai saat Jokowi mengikuti Pilkada DKI Jakarta pada 2012.

BACA JUGA:  Penista Agama dengan Tantangan Hadiah Miras Bagi Penghapal Al Quran: Kasus Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Sementara itu, sebagaimana diberitakan oleh CNN Indonesia (18/6/2025), isu ini kembali hangat setelah Beathor Suryadi, salah satu mantan aktivis politik, mengklaim bahwa dokumen ijazah Jokowi merupakan hasil rekayasa yang dilakukan secara tertutup di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta. Beathor menyebut sejumlah nama seperti David, Anggit, Widodo, dan tokoh PDIP DKI lainnya sebagai pihak yang terlibat dalam pencetakan ulang dokumen tersebut.

Ia juga menyebut bahwa mantan Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, sempat melihat langsung dokumen yang diduga cetakan tahun 2012 itu. Namun, klaim tersebut belum dapat dibuktikan secara hukum dan dinilai sebagai opini sepihak yang tidak didukung bukti otentik.

BACA JUGA:  Akhirnya Berhenti: Pencarian Awak Media di Seputar Lautan GAK

Menanggapi hal tersebut, kalangan akademisi dan hukum menilai perlu adanya klarifikasi berbasis fakta. Guru besar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, dalam pernyataannya kepada Tempo (26/6/2025), menyatakan bahwa jika memang terdapat bukti kuat tentang manipulasi dokumen kenegaraan, jalur hukum adalah satu-satunya cara yang sah untuk membuktikannya.

Namun hingga kini, tidak ada proses hukum formal yang menindaklanjuti isu ini secara konkret.

Dian Sandi, menutup pernyataannya dengan mengimbau publik agar tidak mudah terprovokasi isu yang tak berdasar, sembari menekankan bahwa setiap tuduhan harus diuji melalui mekanisme hukum, bukan hanya opini publik di media sosial.

Advertisement

Ijazah Palsu Joko Widodo Jokowi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version