Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hujan Batu Landa Sejumlah Desa di Lereng Gunung Lewotobi Laki-laki

Hujan Batu Landa Sejumlah Desa di Lereng Gunung Lewotobi Laki-laki

Berita Utama Senin, 7 Juli 2025 22:42 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Flores Timur — Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas erupsi yang sangat dahsyat pada Senin (7/7/2025) pukul 11.05 WITA. Dampak dari letusan tersebut tidak hanya memunculkan kolom abu setinggi hampir 20 kilometer di atas permukaan laut, tetapi juga menyebabkan fenomena hujan batu yang mengguncang sejumlah desa di lereng gunung tersebut.

Desa-desa yang terdampak langsung akibat hujan batu ini antara lain Boru, Hokeng Jaya, Klatanlo, dan Nawakote di Kabupaten Flores Timur. Tak hanya di wilayah tersebut, beberapa desa di Kabupaten Sikka yang berbatasan langsung dengan Flores Timur juga dilaporkan terdampak, seperti Hikong, Kringa, dan desa-desa lainnya.

Dalam sejumlah video amatir yang beredar luas di media sosial dan diterima oleh Kompas.com, terlihat kepanikan warga saat atap rumah mereka dihantam batu-batu vulkanik berukuran cukup besar. Suara dentuman keras terdengar bersahut-sahutan, disusul dengan teriakan warga yang berlarian keluar rumah mencari perlindungan.

“Hujan batu ngeri sekali. Batunya besar-besar,” ujar Mia Holo, salah seorang warga Desa Hokeng Jaya, dalam rekaman video yang dikirimkan ke media.

Ia mengaku, situasi berlangsung sangat cepat dan membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang bawaan saat melarikan diri.

BACA JUGA:  ‘Selat Hormuz Membara’: Iran Buka Celah untuk Spanyol di Tengah Bayang-Bayang Perang Besar

Menurut laporan resmi dari Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, erupsi kali ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi letusan selama 6 menit 26 detik. Ia menambahkan bahwa tinggi kolom abu yang terbentuk akibat letusan mencapai 18.000 meter di atas puncak, atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut — menjadikannya salah satu letusan terbesar yang tercatat sepanjang tahun ini.

“Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam pekat dengan intensitas tebal, mengarah ke utara, timur laut, dan barat laut,” jelas Herman.

Tak hanya abu dan batu, erupsi kali ini juga disertai suara dentuman keras serta awan panas (pyroclastic flow) yang meluncur sejauh 5 kilometer ke arah utara dan timur laut. Kejadian ini memaksa ratusan warga dari desa-desa terdampak untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Beberapa di antaranya memilih tinggal sementara di bangunan sekolah dan rumah ibadah yang lebih kokoh dan jauh dari zona bahaya.

Kondisi Terkini: Warga Mengungsi, Penerbangan Terganggu

Berdasarkan pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan PVMBG, status Gunung Lewotobi saat ini masih berada pada Level IV (Awas), dan masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 6–7 kilometer dari puncak kawah. Tim SAR gabungan, termasuk personel TNI dan relawan lokal, telah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik.

BACA JUGA:  Prabowo Lepas Baju Safari dan Berikan kepada Buruh, Momen May Day di Monas Pecah Haru

Dampak lain yang mulai terasa adalah gangguan pada jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Frans Seda (Maumere) dan Bandara Gewayantana (Larantuka), yang terpaksa dibatalkan atau dialihkan karena kolom abu vulkanik melayang ke ruang udara wilayah NTT bagian utara.

Bupati Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat dan membuka posko pengungsian serta dapur umum di sejumlah titik seperti Kantor Camat Wulanggitang dan Gedung Serba Guna Hokeng. Sementara itu, BPBD Kabupaten Sikka turut mengeluarkan peringatan kepada warga di desa-desa yang berbatasan langsung agar tetap waspada terhadap potensi hujan batu susulan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, namun waspada. Ikuti arahan dari pemerintah desa dan jangan kembali ke rumah sebelum ada informasi resmi bahwa kondisi telah aman,” ujar Kepala BPBD Flores Timur dalam siaran pers tertulisnya.

Pihak BMKG juga terus memantau arah pergerakan awan dan abu vulkanik, yang berdasarkan data terakhir bergerak ke arah utara dan timur laut, mengikuti arah angin permukaan.

Desa Gunung
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Mencari Bukti Tambahan, KPK Sasar Rumah Silmy Karim Pasca Penahanan

Nasional

Sektor Finansial Jadi Pemantik, Rupiah Terperosok Dekati Level Rp18.000

Nasional

Siap Buka Nama Besar, Mantan Pimpinan BGN Ajukan Status ‘Justice Collaborator

Berita Utama

Menkeu Purbaya Tepis Isu Mundur Sambil Berkelakar: ‘Saya Sukanya Maju’

BERITA TERBARU

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

Mencari Bukti Tambahan, KPK Sasar Rumah Silmy Karim Pasca Penahanan

Sektor Finansial Jadi Pemantik, Rupiah Terperosok Dekati Level Rp18.000

Siap Buka Nama Besar, Mantan Pimpinan BGN Ajukan Status ‘Justice Collaborator

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.