Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Prabowo Lepas Baju Safari dan Berikan kepada Buruh, Momen May Day di Monas Pecah Haru

Prabowo Lepas Baju Safari dan Berikan kepada Buruh, Momen May Day di Monas Pecah Haru

Berita Utama Jumat, 1 Mei 2026 13:49 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026), menghadirkan momen yang tak biasa. Di tengah lautan massa buruh yang memadati Silang Monas, Prabowo Subianto tak hanya datang sebagai kepala negara yang berpidato dari podium, tetapi tampil membaur, menyalami, memeluk buruh, bahkan melepas baju safari yang dikenakannya dan memberikannya kepada salah seorang buruh—sebuah gestur simbolik yang langsung menyita perhatian ribuan orang yang hadir.

Momen itu terjadi usai Prabowo menyampaikan pidato di hadapan ratusan ribu buruh dari berbagai organisasi pekerja. Seusai turun dari podium, ia menyalami para pimpinan serikat pekerja, memeluk sejumlah buruh yang naik ke panggung, lalu secara spontan membuka baju safari kebesarannya dan menyerahkannya kepada buruh. Setelah itu, Prabowo terlihat santai hanya mengenakan kaos hitam, tetap berdiri di tengah kerumunan, bersalaman dan berinteraksi hangat sebelum menuju mobil kepresidenan.

BACA JUGA:  TTKKBI Lantik Pengurus Ranting Desa Jeruk Tipis, Tegaskan Komitmen Wadah Murni Budaya Non-Politik

Advertisement

Aksi tersebut menjadi simbol kuat yang dibaca banyak kalangan sebagai upaya Prabowo menampilkan kedekatan personal dengan kaum pekerja—melepas atribut formal kekuasaan, lalu berdiri lebih sederhana di tengah massa yang selama ini disebutnya sebagai tulang punggung bangsa.

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka menyebut perjalanan politiknya menuju kursi presiden tidak bisa dilepaskan dari dukungan rakyat pekerja.

“Saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja,” kata Prabowo yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorak massa.

Ia menegaskan, buruh, petani, nelayan, dan kelompok pekerja lainnya merupakan bagian masyarakat yang harus mendapat keberpihakan negara. Karena itu, ia menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan kelompok-kelompok yang hidup dalam keterbatasan.

“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” ujarnya.

Pidato Prabowo juga sarat kritik terhadap praktik ekonomi yang dinilainya tidak adil. Ia menegaskan tidak rela jika masih ada anak Indonesia yang kelaparan, ibu yang tak mampu membeli susu untuk anaknya, sementara kekayaan negeri justru dinikmati segelintir pihak.

BACA JUGA:  Langkah Baru Menuju Perdamaian: AS Tawarkan Proposal Konsesi Finansial dan Penghentian Militer kepada Iran

“Saya tidak rela ada pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah,” tegasnya.

Meski demikian, Prabowo juga menekankan bahwa tidak semua pelaku usaha berpihak pada kepentingan sempit. Menurutnya, masih banyak pengusaha nasional yang tulus, bekerja sama dengan pemerintah, dan berkomitmen membantu menyejahterakan rakyat.

Namun dari seluruh rangkaian acara, momen yang paling membekas justru bukan hanya pidato politiknya, melainkan ketika Prabowo melepas baju safari—simbol jabatan, formalitas, dan kekuasaan—untuk diberikan kepada buruh, lalu berdiri sederhana dengan kaos hitam di tengah massa pekerja. Sebuah adegan yang bagi banyak buruh terasa bukan sekadar gestur, melainkan pesan: bahwa pemimpin negara ingin hadir tanpa sekat di hadapan rakyat pekerja.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Nasional

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Nasional

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Berita Utama

KPK Bongkar Brankas Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Berisi Gepokan Duit Miliaran dan Emas 2,5 Kg

BERITA TERBARU

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.