Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » ‘Selat Hormuz Membara’: Iran Buka Celah untuk Spanyol di Tengah Bayang-Bayang Perang Besar

‘Selat Hormuz Membara’: Iran Buka Celah untuk Spanyol di Tengah Bayang-Bayang Perang Besar

Berita Utama Jumat, 27 Maret 2026 20:24 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Jakarta — Di tengah ketegangan yang belum mereda akibat perang antara Iran dan koalisi AS–Israel, sebuah sinyal tak terduga muncul dari Teheran. Bukan ancaman, melainkan celah: Iran menyatakan siap menerima permintaan dari Spanyol terkait akses melintasi Selat Hormuz—jalur energi paling krusial di dunia yang kini berada di ambang krisis.

Pernyataan itu disampaikan Kedutaan Besar Iran di Madrid pada Kamis (26/3), menyebut Spanyol sebagai negara yang ‘menghormati hukum internasional’. Sebuah frasa yang terdengar diplomatis, namun sarat makna politik di tengah konflik yang memecah peta kekuatan global.

Advertisement

Di balik bahasa resmi itu, tersimpan realitas yang lebih keras: Selat Hormuz—yang mengalirkan hampir seperlima kebutuhan minyak dan gas dunia—nyaris lumpuh akibat perang. Ketegangan militer, ancaman blokade, dan ketidakpastian keamanan telah membuat jalur ini berubah dari nadi ekonomi global menjadi titik rawan konflik terbuka.

Iran sebelumnya menegaskan bahwa hanya ‘kapal-kapal yang tidak bermusuhan’ yang dapat melintasi selat tersebut, itupun dengan koordinasi ketat bersama otoritas Teheran. Artinya, akses bukan lagi hak universal, melainkan hasil negosiasi politik.

BACA JUGA:  Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Spanyol, meski memiliki armada tanker yang relatif kecil, mendadak berada dalam posisi strategis. Negara ini termasuk yang paling awal mengecam serangan AS–Israel terhadap Iran, menyebutnya sebagai tindakan sembrono dan ilegal. Sikap ini tampaknya membuka ruang kepercayaan—atau setidaknya toleransi—dari pihak Iran.

Namun di Madrid, respons yang muncul justru penuh kehati-hatian. Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, mengaku tidak sepenuhnya memahami maksud pernyataan Iran. Ia menegaskan bahwa Spanyol tetap konsisten mendukung sanksi terhadap Iran, termasuk sikap keras terhadap Garda Revolusi.

“Yang kami minta dari Iran dan semua pihak yang berpartisipasi dan mempromosikan perang adalah de-eskalasi, diplomasi dan negosiasi,” ujar Albares, sembari menegaskan perlunya menghentikan serangan di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, di sisi lain panggung geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengusulkan agar Iran mengizinkan setidaknya 10 kapal tanker melintas sebagai ‘isyarat niat baik’. Sebuah usulan yang menunjukkan bahwa bahkan di tengah konflik, jalur energi tetap menjadi alat tawar-menawar paling vital.

BACA JUGA:  Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Menariknya, beberapa negara lain mulai menemukan jalan di tengah kebuntuan ini. Kapal tanker Thailand dilaporkan berhasil melintasi Hormuz setelah koordinasi diplomatik, disusul sinyal serupa dari Malaysia. Ini mengindikasikan bahwa Iran tidak sepenuhnya menutup selat, melainkan menerapkan semacam ‘blokade selektif’—membuka akses bagi negara yang dianggap tidak bermusuhan.

Namun pertanyaannya kini bukan sekadar siapa yang boleh lewat, melainkan: sampai kapan jalur ini bisa bertahan di bawah tekanan perang?

Selat Hormuz bukan hanya jalur laut—ia adalah ‘urat nadi dunia modern’. Ketika ia terganggu, harga energi melonjak, rantai pasok terguncang, dan ekonomi global ikut bergetar.

Di tengah dentuman konflik dan manuver diplomasi, satu hal menjadi semakin jelas: perang ini tidak hanya soal senjata dan wilayah, tetapi juga tentang siapa yang mengendalikan aliran energi dunia—dan siapa yang harus meminta izin untuk sekadar melintas.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Polda Metro Panggil Dandhy Laksono 27 Oktober, Kasus Film ‘Pesta Babi’ Masih Tahap Penyelidikan

Berita Utama

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Berita Utama

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

BERITA TERBARU

Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Wakapolda Banten Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

Polda Metro Panggil Dandhy Laksono 27 Oktober, Kasus Film ‘Pesta Babi’ Masih Tahap Penyelidikan

Kapolri Ungkap 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 22 Perusahaan Terafiliasi Asing Diselidiki

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version