Advertisement
GazanaPublika.com, Serang, “TTKKBI ini memang organisasi baru, baru tiga tahun berdiri. Tapi kami ini pemain lama dalam dunia kebudayaan,” ujar Ketua Umum Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI), H. Tubagus Arif Hidayat, saat membuka peringatan Bulan Muharram 1447 H yang digelar oleh DPW I Banten dan DPP TTKKBI di Perumahan Taman Banjar Agung Indah, Cipocok, Kota Serang, Senin (14/7/2025).
Dalam acara yang dikemas dengan nuansa religius dan budaya itu, TTKKBI menyantuni sekitar 100 anak yatim dan janda kurang mampu, sekaligus menampilkan pertunjukan gembrungan pencak silat serta tari jaipongan yang menjadi ciri khas organisasi ini.
Advertisement
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 500 orang, terdiri dari pesilat dan warga sekitar yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Ketua DPW I TTKKBI Provinsi Banten, H. Hudi Nurhudiyat, yang juga tuan rumah acara, sempat mencuri perhatian hadirin dengan tampil di tengah matras. Bukannya mempertunjukkan pencak silat seperti yang diduga penonton, ia justru menari jaipongan, memicu gelak tawa dan riuh tepuk tangan.
Dalam sambutannya, Arif Hidayat menegaskan bahwa TTKKBI akan terus memperluas kiprah organisasinya ke berbagai daerah di Indonesia.
“Kami sudah membentuk TTKKBI di empat provinsi, dan insya Allah dalam waktu dekat kami akan deklarasikan di Jambi,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sinergi antara pelestarian budaya, pembangunan karakter, dan peran aktif dalam kehidupan sosial.
“TTKKBI harus bersinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan. Kita harus ikut serta dalam membentengi masyarakat dari ancaman narkoba dan dekadensi moral,” tambahnya.
Ketua DPW I Banten, H. Hudi Nurhudiyat, menegaskan bahwa kegiatan santunan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang tidak berkaitan dengan kepentingan apa pun.
“Tidak ada motif apa pun dalam menyantuni anak yatim selain karena itu adalah kewajiban sebagai sesama muslim. Ini bentuk kebaikan yang harus terus kita rawat,” ujarnya dalam konferensi pers.
Ia juga menyampaikan bahwa bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, yang secara substansi mengajarkan umat untuk menjauhi perbuatan buruk, seperti gibah, iri, dan hasut.
“Kita harus jadikan Muharram ini sebagai momentum untuk membersihkan diri dari penyakit hati. Dan ini juga saat yang baik untuk berbagi, terutama kepada anak yatim,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RW 09 Kelurahan Banjar Agung, H. Asep Rohmat, dalam sambutannya menekankan pentingnya kekompakan antarwarga sebagai kunci kemajuan lingkungan Rukun Warga 09.
“Semua harus kompak, karena ini demi kepentingan dan kemajuan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga RW 09 untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, stabilitas keamanan sangat penting dalam menunjang kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan seni khas TTKKBI—gembrungan pencak silat dan jaipongan—yang menjadi wujud nyata perpaduan antara agama, budaya, dan nilai sosial. Meskipun berjudul peringatan Muharram, TTKKBI tetap konsisten membawa pesan budaya dalam setiap langkahnya.
Advertisement
