Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Roy Suryo Sindir Reuni Jokowi di UGM: ‘Lucu dan Tergesa, Tanda Ketakutan?’

Roy Suryo Sindir Reuni Jokowi di UGM: ‘Lucu dan Tergesa, Tanda Ketakutan?’

Nasional Rabu, 30 Juli 2025 0:39 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: JPNN.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Yogyakarta – Mantan Menpora sekaligus pakar telematika Roy Suryo kembali menjadi sorotan setelah mengomentari reuni Presiden Joko Widodo dengan rekan-rekan seangkatan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 yang digelar di Sleman, Sabtu (26/7/2025). Dalam komentarnya, Roy menyebut acara tersebut sebagai “reuni dadakan yang sangat lucu” dan bahkan menjadi bahan tertawaan di berbagai grup alumni Universitas Gadjah Mada.

“Reuni yang diselenggarakan mendadak itu sangat lucu. Terlihat sebagai bentuk kepanikan luar biasa. Bahkan menjadi bahan tertawaan di semua grup UGM,” kata Roy dalam pernyataan yang dikutip dari kanal YouTube Official iNews.

Advertisement

Dalam acara bertajuk Spirit 80: Guyub Rukun Migunani, para alumni hadir dengan seragam biru kompak, namun Jokowi tampil berbeda dengan kemeja putih. Perbedaan ini, menurut Roy, makin mempertegas kesan bahwa kehadiran Jokowi di tengah reuni lebih bersifat simbolik daripada substansial.

BACA JUGA:  Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Roy menilai, reuni itu digelar sebagai respons atas isu sensitif yang terus membayangi Jokowi: dugaan ijazah palsu.

“Ini bukan sekadar temu kangen. Ini sinyal kuat adanya kegelisahan terhadap kasus hukum yang sedang berjalan,” tegas Roy.

Kasus ijazah palsu Jokowi saat ini tengah ditangani Polda Metro Jaya setelah laporan pencemaran nama baik diajukan Jokowi sendiri pada 30 April 2025. Status hukum kasus ini telah naik ke tahap penyidikan, dan hingga kini sudah ada 12 orang yang berstatus terlapor.

Di antara mereka, terdapat tokoh-tokoh publik seperti Eggi Sudjana, Rizal Fadillah, hingga mantan Ketua KPK Abraham Samad. Nama Roy Suryo sendiri juga tercantum dalam daftar tersebut, bersama Tifauzia Tyassuma (Dr. Tifa) yang menjadi salah satu pengkritik paling lantang terhadap keaslian dokumen akademik Jokowi.

BACA JUGA:  Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak

Dalam wawancara sebelumnya, Mulyono—salah satu peserta reuni yang juga teman seangkatan Jokowi—membantah tudingan bahwa dirinya hanyalah seorang calo tiket terminal. Mulyono menegaskan bahwa dirinya lulus dari UGM tahun 1987 dan pernah bekerja di berbagai wilayah Indonesia. Ia mengaku kuliah bareng Jokowi, meski lulus lebih lambat karena nilai akademiknya di bawah Jokowi.

Namun bagi pihak yang skeptis, seperti Roy Suryo, pertemuan semacam ini tidak lantas bisa membungkam keraguan publik. “Reuni yang sifatnya politis justru bisa memancing lebih banyak pertanyaan,” pungkas Roy.

Advertisement

Joko Widodo Jokowi Roy Suryo UGM
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version