Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Nafa Urbach Minta Maaf Usai Dukung Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta

Nafa Urbach Minta Maaf Usai Dukung Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta

Nasional Sabtu, 23 Agustus 2025 21:00 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: antaranews.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Artis sekaligus anggota DPR RI, Nafa Urbach, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah menuai kritik atas komentarnya yang mendukung tunjangan perumahan bagi anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan. Permintaan maaf itu disampaikan Nafa melalui unggahan di Instagram Story pada Jumat (22/8/2025).

“Guys maafin aku yah klo statement aku melukai kalian,” tulis Nafa singkat, seperti dikutip dari sejumlah media.

Advertisement

Kontroversi bermula ketika pernyataan Nafa dalam sebuah siaran langsung media sosial menjadi viral. Ia menilai tunjangan Rp50 juta tersebut wajar karena anggota DPR periode 2024–2029 tidak lagi mendapatkan rumah jabatan di Jakarta. Menurutnya, banyak anggota dewan berasal dari daerah dan perlu tinggal dekat Senayan agar bisa menjalankan tugas tanpa terhambat macet.

Namun, penjelasan itu justru memicu reaksi keras publik. Warganet menilai angka Rp50 juta per bulan terlalu besar, apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit. Sebagian membandingkan dengan pekerja bergaji UMR maupun pengguna transportasi umum yang masih harus berjuang setiap hari.

BACA JUGA:  Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Diwarnai Penolakan

Sebelum meminta maaf, Nafa sempat menegaskan bahwa tunjangan perumahan bukanlah kenaikan gaji, melainkan kompensasi atas penghapusan fasilitas rumah jabatan DPR.

“Jadi bukan naik gaji guys, tapi pengganti rumah dinas,” ujar Nafa dalam klarifikasinya yang diberitakan media.

Meski begitu, kritik tetap deras mengalir hingga akhirnya ia memilih menyampaikan permintaan maaf. Nafa berjanji tetap fokus bekerja untuk konstituennya di daerah pemilihan, seraya berharap publik bisa memahami posisinya sebagai anggota dewan baru.

Tunjangan rumah Rp50 juta per bulan yang kini dipersoalkan publik sebenarnya merupakan kebijakan resmi DPR. Keputusan itu muncul setelah Sekretariat Jenderal DPR menerbitkan surat pada September 2024 yang menyatakan rumah jabatan anggota dewan dikembalikan kepada pemerintah, diganti dengan uang tunjangan.

BACA JUGA:  Disorot: Spesifikasi Khusus dan Fitting Jadi Alasan Pagu Sepatu PDL Sekolah Rakyat Lebih Tinggi

Pimpinan DPR, termasuk Ketua DPR Puan Maharani, menegaskan kebijakan itu sudah melalui kajian matang dan menyesuaikan standar pejabat negara.

“Ini bukan tambahan gaji, melainkan konversi dari rumah jabatan yang dikembalikan,” ujar Puan dalam keterangan pers sebelumnya.

Meski begitu, perdebatan publik tetap menguat. Kritik terutama menyasar pada besaran nominal tunjangan yang dinilai jauh dari realitas biaya hidup masyarakat kebanyakan.

Kasus Nafa memperlihatkan bagaimana isu tunjangan DPR cepat menyedot perhatian publik. Komentar anggota dewan yang dianggap tidak peka terhadap kondisi rakyat dengan mudah menjadi sorotan di media sosial.

Kini, setelah permintaan maaf dilontarkan, bola kembali berada di tangan publik: apakah klarifikasi Nafa cukup untuk meredakan kekecewaan, atau justru memperkuat tekanan agar DPR mempertimbangkan ulang kebijakan tunjangan fantastis tersebut.

Advertisement

DPR Tunjangan
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

Nasional

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Nasional

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Berita Utama

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

BERITA TERBARU

Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp223 Juta di Desa Sanding Petir Retak, Pihak Desa Belum Bisa Dikonfirmasi

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

SMK KOPTI Berikan Pembekalan MPLS Bahas Bahaya Narkoba Hingga Tolak LGBT

Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Premanisme Melalui Penegakan Hukum dan Peran Masyarakat

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.