Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Presiden Prabowo Lantik Brian Yuliarto Pimpin Badan Industri Mineral untuk Kelola Logam Tanah Jarang Strategis

Presiden Prabowo Lantik Brian Yuliarto Pimpin Badan Industri Mineral untuk Kelola Logam Tanah Jarang Strategis

Nasional Selasa, 26 Agustus 2025 15:15 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (25/8/2025). Salah satunya adalah Brian Yuliarto, yang diangkat menjadi Kepala Badan Industri Mineral, lembaga baru yang bertugas mengelola mineral strategis Indonesia, termasuk logam tanah jarang (rare earth element/ LTJ) dan mineral penting lain.

Pengangkatan Brian sebagai kepala lembaga diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 77P Tahun 2025, yang menegaskan peran Badan Industri Mineral dalam mengelola sumber daya mineral strategis nasional.

Advertisement

Dalam keterangannya di Istana Negara, Brian menekankan bahwa lembaga ini akan fokus pada pengelolaan mineral yang memiliki keterkaitan erat dengan industri pertahanan.

“Badan ini akan mengelola industri material strategis yang terkait dengan industri pertahanan karena mineral strategis ini penting untuk kedaulatan bangsa, sekaligus diharapkan meningkatkan perekonomian nasional,” ujar Brian, dikutip dari CNBCIndonesia.com, Selasa (26/8/2025).

BACA JUGA:  Pemanggilan Menteri Kabinet Merah Putih

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Badan Industri Mineral juga akan menitikberatkan pada penelitian untuk menciptakan nilai tambah, khususnya pada mineral kritis seperti logam tanah jarang yang memiliki harga tinggi di pasar global.

“Bahan baku logam tanah jarang tidak akan dikelola oleh pihak umum, melainkan di bawah pengawasan negara. Nantinya, tata kelolanya akan diatur lebih lanjut,” jelas Bahlil.

Ia menambahkan, Kementerian ESDM akan menyiapkan bahan baku dari mineral kritis, sementara produk akhirnya akan dikelola oleh Badan Industri Mineral di bawah kepemimpinan Menristek Brian Yuliarto.
Logam tanah jarang sendiri terdiri dari 17 unsur, antara lain scandium, lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, europium, dan yttrium, yang memiliki peran penting sebagai bahan baku alutsista dan teknologi tinggi. Beberapa di antaranya digunakan dalam material Terfenol-D, paduan tiga logam untuk sonar, maupun bahan optik Yttrium Aluminium Garnet (YAG).

BACA JUGA:  Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Banten, Resmikan Pesanggrahan Tjimande PTBI di Kota Serang

Potensi LTJ Indonesia tersebar di beberapa daerah, termasuk Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi, dan Kepulauan Riau. Dari 28 lokasi mineralisasi LTJ yang teridentifikasi, hanya 9 lokasi yang telah dilakukan eksplorasi awal, sementara 19 lainnya masih menunggu pemanfaatan lebih lanjut. Jenis mineral yang dimanfaatkan antara lain monasit, xenotime, zirconium silicate, ferrotitanates, bijih nikel laterit, batuan granit, dan abu batu bara (FABA), dengan estimasi total sumber daya mencapai ratusan ribu ton logam strategis.

Dengan dibentuknya Badan Industri Mineral, pemerintah berharap pengelolaan sumber daya strategis Indonesia akan lebih terkontrol, memberi nilai tambah ekonomi, dan mendukung kedaulatan nasional di sektor pertahanan dan teknologi tinggi.

Advertisement

Prabowo Subianto
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version