Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gubernur Aceh Protes ke Menkeu Anggaran Daerah Dipotong 25 Persen

Gubernur Aceh Protes ke Menkeu Anggaran Daerah Dipotong 25 Persen

Berita Utama Rabu, 8 Oktober 2025 0:26 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menyampaikan protes keras kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemotongan anggaran daerah sebesar 25 persen. Protes tersebut disampaikan langsung usai pertemuan antara sejumlah gubernur dengan Menkeu di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).

“Kami mengusulkan supaya tidak dipotong, anggaran kita tidak dipotong. Karena itu beban semua di provinsi kami masing-masing,” tegas Mualem kepada awak media.

Advertisement

Menurutnya, pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) menjadi beban berat bagi pemerintah provinsi. “Kalau Aceh (dipotong) 25 persen, yang lain-lain ada 30 persen-35 persen, bervariasi,” sambungnya.

Langkah Mualem tidak sendiri. Ia datang bersama 18 gubernur lain yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Mereka menggelar pertemuan dengan Menkeu untuk menyampaikan penolakan atas kebijakan pemotongan TKD yang dianggap memberatkan daerah.

BACA JUGA:  Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Mualem menegaskan bahwa para gubernur berharap pemerintah pusat mendengar suara daerah, terutama terkait pembangunan infrastruktur.

“Sebenarnya banyak persoalan yang kami bahas tadi di dalam (dengan Menkeu Purbaya). Pertama sekali, masalah infrastruktur di semua provinsi dan kabupaten/kota. Jadi, kami sampaikan kepada Pak Menteri supaya agar dapat dibenahi lah semaksimal mungkin di provinsi masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa pemotongan TKD terlalu besar dan berpotensi menimbulkan gejolak di daerah. Namun, ia menilai masih ada persoalan serius dalam pengelolaan keuangan di tingkat daerah.

“Kalau mereka (pemda) mau bangun daerahnya, kan harusnya dari dulu sudah bagus. Anggarannya enggak ada yang hilang sana-sini,” sindir Purbaya dalam konferensi pers usai pertemuan dengan para gubernur.

Ia menambahkan, “Salah satu concern di sana adalah banyak melesetnya. Image mereka (pemda) kurang bagus di mata pemimpin-pemimpin di atas. Jadi, kalau mereka bisa perbaiki image itu, ya enggak ada keberatan. Desentralisasi jalan lagi, bukan sentralisasi.”

BACA JUGA:  Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Dalam APBN 2026, pemerintah hanya mengalokasikan Rp650 triliun untuk dana transfer ke daerah, atau turun 29 persen dari anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp919 triliun..

Kebijakan ini menuai protes karena banyak pemerintah daerah terpaksa menaikkan tarif pajak untuk menutup kekurangan anggaran.

Menanggapi tekanan dari berbagai pihak, Purbaya akhirnya menambah Rp43 triliun untuk TKD 2026 sehingga totalnya menjadi Rp693 triliun. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut akan tetap menyesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional dan kemampuan penerimaan negara.

“Kami akan tetap berupaya menambah dana TKD tahun depan, tetapi tentu dengan memperhatikan kondisi fiskal dan kinerja daerah,” ujarnya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version