Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai

Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai

Nasional Kamis, 27 November 2025 22:16 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melontarkan pernyataan keras yang mengguncang internal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025),

Purbaya menegaskan tekadnya untuk melakukan reformasi total terhadap lembaga yang selama ini kerap diterpa isu pelayanan buruk dan praktik nakal di lapangan.

Advertisement

Purbaya secara blak-blakan menyebut bahwa ia telah meminta restu Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembenahan selama satu tahun ke depan. Tenggat itu dianggap sebagai batas waktu bagi Bea Cukai untuk membuktikan diri mampu berbenah—atau menghadapi konsekuensi paling ekstrem.

“Biarkan, beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai. Karena ancamannya serius, kalau Bea Cukai gak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih gak puas, Bea Cukai bisa dibekukan,” tegas Purbaya seusai rapat di Gedung DPR RI.

Tidak hanya pembekuan, Purbaya juga menyebut opsi merumahkan seluruh pegawai Bea Cukai—sekitar 16 ribu orang—bukanlah ancaman kosong. Menurutnya, pesan itu sudah disampaikan secara langsung kepada jajaran Ditjen Bea Cukai untuk menggugah kesadaran dan mempercepat reformasi internal.

BACA JUGA:  Dikabulkannya Gugatan MBG Disebut Bukti Kegagalan DPR

Kembalikan Pola Era Soeharto?

Dalam kesempatan itu, Purbaya bahkan menyebut kemungkinan untuk kembali mengadopsi pola ekstrem yang pernah dilakukan Presiden Soeharto pada pertengahan 1980-an. Saat itu, seluruh pegawai Bea Cukai dibekukan selama empat tahun dan tugas kepabeanan dialihkan kepada perusahaan Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS).

“Diganti SGS seperti zaman dulu. Jadi orang-orang Bea Cukai sekarang mengerti ancaman yang mereka hadapi,” ujarnya.

Mengutip riwayat tersebut, Purbaya menilai langkah radikal tidak boleh dikesampingkan jika pembenahan konvensional tidak menghasilkan perubahan nyata. Di era Soeharto, pembekuan dilakukan untuk memerangi korupsi yang dianggap sudah tak terkendali di tubuh instansi itu.

Meski keras, Purbaya juga menekankan bahwa upaya pembenahan telah dimulai. Salah satu langkah strategis adalah penerapan sistem kecerdasan buatan di berbagai titik pelayanan Bea Cukai. Teknologi ini diharapkan menekan ruang manipulasi data, termasuk praktik underinvoicing—pelaporan harga barang yang jauh di bawah nilai sebenarnya.

BACA JUGA:  Dugaan Tindak Kekerasan yang Melibatkan Seorang Anggota Polisi Aktif Mencuat ke Publik

“Perkembangannya cukup baik. Tahun depan saya optimistis Bea Cukai sudah bisa bekerja lebih profesional,” ujarnya.

Purbaya mengklaim bahwa para pegawai Bea Cukai mulai menunjukkan keseriusan memperbaiki kualitas pelayanan, khususnya setelah ancaman pembekuan disampaikan secara terang-terangan.

Menurut Purbaya, tekanan publik terhadap Bea Cukai sudah terlalu besar. Banyak aduan dari pengusaha yang merasa proses kepabeanan mengganggu kenyamanan bisnis. Ia bahkan akan membuka kanal aduan khusus bagi para pelaku usaha agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara langsung oleh Kementerian Keuangan.

Dengan ultimatum setahun, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin lagi kompromi terhadap perilaku aparat yang dianggap merugikan negara dan dunia usaha.

“Kalau kita gagal, 16 ribu pegawai akan dirumahkan. Tapi saya percaya mereka mampu berubah,” katanya.

Advertisement

Korupsi Presiden Survei
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Nasional

Prabowo Sungkem kepada Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso di Muktamar NU ke-35

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.