Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dukungan Penunjukan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU

Dukungan Penunjukan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU

Nasional Rabu, 10 Desember 2025 14:02 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nyai Machfudhoh Aly Ubaid, menyatakan dukungan penuh atas keputusan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU Kelompok Sultan. Penetapan itu diputuskan dalam Rapat Pleno PBNU yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025), dikutip dari NUonline.

Putri salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah, itu menegaskan bahwa langkah Rais Aam tersebut sah secara struktural dan konstitusional. Menurutnya, Rais Aam memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan strategis dalam kondisi organisasi yang memerlukan ketegasan.

Advertisement

“Itu keputusan yang sah dan merupakan hak Rais Aam. Semua dilakukan demi menyelamatkan NU,” ujar Nyai Machfudhoh usai rapat pleno.

Ia menjelaskan bahwa dinamika yang terjadi di tubuh PBNU dalam beberapa pekan terakhir telah dibahas secara terbuka dalam Forum Sesepuh dan Mustasyar NU yang digelar di Tebuireng. Nyai Machfudhoh mengaku mengikuti langsung forum tersebut dan mendengar penjabaran kronologis persoalan dari awal hingga munculnya keputusan penting ini.

BACA JUGA:  Ramai Dibahas Netizen, Ini Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026 dan Hal yang Harus Disiapkan

“Saya ikut pertemuan di Tebuireng, mendengarkan dan mencermati penjelasan. Setelah semuanya terang, saya menilai langkah ini memang harus diambil agar NU tidak larut dalam polemik,” katanya.

Nyai Machfudhoh menilai, ketika situasi organisasi berada dalam kondisi genting, pimpinan tertinggi NU wajib hadir dengan keputusan yang tegas. Ia juga menilai langkah tersebut dipahami oleh banyak pihak di daerah karena dilandasi kecintaan terhadap NU.

“Kalau persoalan ini dibiarkan berlarut, dampaknya bisa lebih jauh. Karena itu harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Ia bahkan mendorong agar setelah penunjukan Pj Ketua Umum, segera dibentuk panitia muktamar agar arah organisasi kembali jelas dan stabil.

Terkait rekomendasi forum Tebuireng yang menyerukan kembali pada AD/ART, Nyai Machfudhoh melihat bahwa polemik selama ini sebagian dipicu oleh perbedaan pandangan internal, termasuk soal materi dan pemateri dalam Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU).

“Ada perbedaan pemahaman yang sangat diperhatikan Rais Aam. Menurut beliau, kalau pengkaderan diisi pihak yang tidak sejalan, itu bisa melunturkan Qanun Asasi,” jelasnya.

Dengan nada reflektif, Nyai Machfudhoh menyatakan keyakinannya bahwa NU akan selalu berada dalam lindungan Allah selama dijaga nilai-nilai dasarnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Pastikan Guru Honorer Tetap Mengajar, Tak Ada PHK Massal Setelah 2026

“Saya yakin NU akan diselamatkan Allah. Tapi kalau sampai nilai dan ruhnya hilang, itu yang berbahaya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan Rais Aam untuk menunjuk KH Zulfa Mustofa merupakan pilihan paling bijaksana dalam situasi saat ini. Ketika ditanya soal dukungannya terhadap kepemimpinan Pj Ketum PBNU yang baru, Nyai Machfudhoh menjawab singkat namun mantap bahwa keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan mendalam.

Nyai Machfudhoh juga mengakui bahwa pada awalnya ia sempat memberi ruang pembelaan kepada KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Namun setelah memahami secara utuh arah kebijakan Rais Aam, ia menilai keputusan tersebut harus diterima demi keutuhan jam’iyyah.

“Kalau sudah menyangkut NU, bagi saya ini soal ruh dan pengabdian. NU itu segalanya,” tuturnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya mengikuti seluruh proses, termasuk kehadirannya sebagai satu-satunya perempuan dalam forum sesepuh di Tebuireng.
“Biarpun saya perempuan, saya ikuti dari awal sampai akhir. Kalau sudah NU, itu adalah jiwa saya,” pungkasnya.***

Advertisement

Cinta Hati Nahdlatul Ulama
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Tinawati Andra Soni: Program PKK Mengajar Bangun Karakter Siswa

20 Ribu Anak Meriahkan Peringatan HAN 2026, Bupati Serang Yakini Generasi Emas Bakal Terwujud

Golok Ciomas Warnai Pameran Nasional Pusaka Nusantara 2026, Najib Hamas Ajak Lestarikan Warisan Budaya

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.