Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hilirisasi Makin Mengakar, Investasi Tembus Rp147,5 Triliun pada Kuartal I 2026

Hilirisasi Makin Mengakar, Investasi Tembus Rp147,5 Triliun pada Kuartal I 2026

Nasional Selasa, 28 April 2026 13:50 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Upaya hilirisasi industri nasional kian menunjukkan taringnya. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal melaporkan realisasi investasi sektor hilirisasi pada kuartal I-2026 mencapai Rp147,5 triliun, setara 29,6 persen dari total realisasi investasi nasional. Capaian ini menjadi penanda bahwa transformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberi fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, mengatakan kontribusi investasi hilirisasi pada awal tahun ini tumbuh signifikan, bahkan mencatat kenaikan 8,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Advertisement

“Capaian realisasi bidang hilirisasi, kenapa ini kami angkat karena kontribusi dari investasi yang berhubungan dengan hilirisasi itu cukup signifikan mencapai 29,6% di Triwulan pertama ini. Jadi kurang lebih angkanya mencapai Rp147,5 triliunan atau peningkatan 8,2%,” ungkap Rosan, Selasa (28/4/2026).

Dari keseluruhan investasi hilirisasi, sektor nikel masih menjadi motor utama dengan nilai realisasi mencapai Rp41,5 triliun. Posisi berikutnya ditempati hilirisasi tembaga sebesar Rp20,7 triliun, disusul industri besi dan baja yang mencatat investasi Rp17 triliun. Sementara itu, hilirisasi bauksit menyumbang Rp13,7 triliun, timah sebesar Rp2,9 triliun, dan sektor hilirisasi lainnya berkontribusi Rp2,5 triliun.

BACA JUGA:  Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Komposisi tersebut menunjukkan arah investasi nasional yang semakin terkonsentrasi pada sektor pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah—strategi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pilar kebijakan industrialisasi pemerintah.

Secara keseluruhan, realisasi investasi nasional pada kuartal I-2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level Rp465,2 triliun. Angka tersebut juga telah memenuhi 24,4 persen dari target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Menurut Rosan, penguatan investasi di sektor hilirisasi bukan hanya berdampak pada peningkatan angka penanaman modal, tetapi juga memperbesar kontribusi investasi terhadap struktur pertumbuhan ekonomi nasional. Selama ini, investasi menyumbang sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan pemerintah melihat ruang peningkatan masih terbuka lebar.

BACA JUGA:  Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

“Jadi alhamdulillah ini tercapai karena memang kalau kita lihat kontribusi dari investasi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia itu biasanya mencapai kurang lebih 28-29 persen, tapi kami melihat ini bisa kontribusinya makin meningkat ke depannya,” imbuhnya.

Di tengah tekanan ekonomi global, mulai dari perlambatan perdagangan internasional hingga gejolak geopolitik yang memengaruhi rantai pasok, capaian ini memberi sinyal bahwa strategi hilirisasi bukan sekadar agenda industrialisasi, melainkan mulai menjadi bantalan penting bagi daya tahan ekonomi nasional. Dari tambang ke smelter, dari bahan mentah ke produk olahan, arah pembangunan ekonomi Indonesia perlahan bergeser: bukan lagi hanya menjual sumber daya, tetapi membangun nilai tambah di dalam negeri.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version