Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Iran Peringatkan AS, Mohsen Rezaei: Babak Baru Perang Akan Jadi ‘Bencana’

Iran Peringatkan AS, Mohsen Rezaei: Babak Baru Perang Akan Jadi ‘Bencana’

Nasional Jumat, 1 Mei 2026 16:03 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pejabat senior Iran melontarkan peringatan keras terkait kemungkinan eskalasi konflik. Teheran menegaskan, jika Washington kembali melanjutkan agresi militer, konsekuensinya tidak hanya akan memperluas perang, tetapi juga dapat berubah menjadi ‘bencana strategis’ bagi kepentingan Amerika di kawasan.

Peringatan itu disampaikan Mohsen Rezaei, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran sekaligus mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Dalam pernyataannya, Rezaei menegaskan bahwa Iran siap menghadapi segala bentuk agresi lanjutan, termasuk konfrontasi terbuka di kawasan strategis Teluk Persia dan Laut Oman.

Advertisement

“Sejarah akan mencatat bahwa bangsa Iran menenggelamkan kekuatan adidaya Amerika di Teluk Persia dan Laut Oman,” kata Rezaei, seperti dilaporkan Press TV, Kamis (30/4/2026).

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika politik. Rezaei juga menyinggung risiko besar yang akan dihadapi pasukan Amerika jika perang memasuki fase baru. Menurut dia, sejumlah kalangan militer AS sendiri telah memperingatkan dampak fatal bila Washington memaksakan kelanjutan perang.

BACA JUGA:  Komnas Perempuan Terbitkan Klarifikasi Tertulis Meluruskan Polemik Kasus Kekejaman YTR di Bandung

“Para personel militer Amerika memperingatkan jika negara tersebut melanjutkan perang, ada kemungkinan kapal-kapal mereka akan ditenggelamkan dan tentara-tentara mereka terbunuh,” imbuhnya.

Lebih jauh, Rezaei menegaskan bahwa jika serangan baru benar-benar terjadi, Iran tidak akan hanya bertahan, melainkan merespons dengan operasi militer yang lebih agresif, termasuk kemungkinan menangkap personel militer Amerika dalam jumlah besar sebagai tawanan perang.

“AS seharusnya mengharapkan bahwa kami akan menawan sejumlah besar pasukan mereka,” tegasnya.

Di tengah ancaman tersebut, situasi politik domestik di AS juga disebut menjadi faktor penting. Presiden Donald Trump dilaporkan menghadapi tekanan politik yang makin besar untuk mengakhiri perang yang dinilai mahal secara ekonomi dan kian tidak populer di dalam negeri. Konflik berkepanjangan disebut telah mendorong kenaikan harga bahan bakar, memicu keresahan publik, serta menambah kekhawatiran sekutu-sekutu Washington di kawasan.

BACA JUGA:  Strategi Pengendalian Impor Diperketat guna Menjaga Daya Saing Industri Dalam Negeri

Meski melontarkan ancaman keras, Iran tetap membuka pintu penyelesaian politik. Rezaei menyebut Teheran telah mengajukan 10 syarat yang disebutnya sebagai ‘opsi paling hemat biaya’ bagi Washington untuk mengakhiri perang. Di antara tuntutan utama Iran adalah penghentian permanen seluruh tindakan agresi, penghentian konflik di semua front, pencabutan sanksi yang dianggap ilegal, serta kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang.

Pernyataan terbaru ini memperlihatkan bahwa konflik Iran-AS masih jauh dari titik reda. Di satu sisi, jalur diplomasi tetap dibicarakan; di sisi lain, bahasa yang digunakan kedua kubu semakin keras—membuat kawasan Teluk Persia dan Laut Oman kembali menjadi titik rawan yang bisa memicu gejolak geopolitik lebih luas.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.