Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Enam Korban Berani Angkat Bicara, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Enam Korban Berani Angkat Bicara, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

Nasional Rabu, 27 Mei 2026 22:59 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Pekalongan — Langkah penanganan intensif tengah dilakukan oleh aparat kepolisian pasca-menerima laporan dari para korban yang diduga mengalami pelecehan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan. Berdasarkan pemutakhiran data hingga saat ini, tercatat sudah ada 6 korban dari berbagai wilayah di jalur Pantura, termasuk Semarang, yang resmi melayangkan laporan pihak berwajib.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini awalnya sempat menemui jalan buntu. Hal tersebut terjadi lantaran para korban didera rasa takut yang mendalam serta diduga mendapatkan tindakan intimidasi dari lingkungan sekitar, sehingga mereka enggan untuk mengadukan peristiwa yang dialaminya. Penyelidikan mulai menemui titik terang setelah aparat kepolisian berinisiatif melakukan pendekatan personal kepada pihak keluarga korban, hingga akhirnya sejumlah korban mulai memiliki keberanian untuk memberikan keterangan.

BACA JUGA:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Mengguyur Sejumlah Wilayah, Jakarta dan Jawa Barat Masuk Status ‘Siaga’

Advertisement

Hambatan psikologis yang dialami oleh para santriwati tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi. Beliau memaparkan situasi tersebut:

“Korban sebelumnya tidak berani melapor karena mungkin diancam oleh pelaku ataupun teman-teman santri yang lain. Akhirnya anggota kami melakukan pendekatan sehingga mereka berani ‘speak up’,”

Rentetan penyelidikan ini berujung pada tindakan penangkapan terhadap figur pimpinan sekaligus salah satu pendiri pondok pesantren yang berlokasi di wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan tersebut. Penegasan mengenai waktu dan lokasi penangkapan figur pimpinan pesantren ini disampaikan langsung oleh AKBP Riki Yariandi saat ditemui di Satreskrim Polres Pekalongan Kota pada Rabu (27/5/2026).

BACA JUGA:  Armada Bantuan Gaza Dicegat di Perairan Internasional, FPN Desak Presiden Prabowo Turun Tangan Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

“Ya, hari ini tepatnya kita lakukan pengamanan terhadap pelaku, yang informasinya adalah salah satu pendiri pondok pesantren di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota, pondoknya berada di Kabupaten Pekalongan,”

Hingga saat ini, jalannya pemeriksaan perkara terus digulirkan oleh jajaran Polres Pekalongan Kota. Polisi menyebutkan bahwa sejumlah saksi dan korban telah dimintai keterangan secara mendalam oleh tim penyidik. Beberapa di antaranya bahkan merupakan mantan santri yang berasal dari luar daerah, seperti wilayah Pemalang, Batang, Pekalongan, hingga Kota Semarang, yang sengaja datang langsung demi memberikan kesaksian hukum.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.