Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Bantahan Tegas Yahya Zaini Terkait Isu Korupsi Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Bantahan Tegas Yahya Zaini Terkait Isu Korupsi Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Nasional Rabu, 10 Juni 2026 23:54 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Jakarta — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, angkat bicara untuk merespons kabar miring yang menerpa dirinya. Anggota legislatif dari Partai Golkar tersebut memberikan pernyataan resmi untuk menepis tuduhan bahwa dirinya memiliki andil dalam kasus dugaan korupsi pengadaan di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikutip dari detikcom, klaim keterlibatan tersebut dibantah secara langsung oleh Yahya Zaini ketika dihubungi oleh awak media pada Rabu (10/6/2026). Ia menyatakan dengan tegas bahwa tudingan yang dialamatkan kepadanya merupakan sebuah kebohongan besar.

“Itu tuduhuan yang tidak benar alias fitnah karena saya tidak terlibat korupsi di BGN,” kata Yahya kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Politikus yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Golkar Bidang Organisasi ini mengklarifikasi bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui ataupun ikut campur dalam operasional maupun penentuan lokasi dapur program kemanusiaan tersebut. Ia mempertanyakan dasar hukum yang menuduhnya melakukan tindak pidana korupsi.

BACA JUGA:  Prabowo Lepas Baju Safari dan Berikan kepada Buruh, Momen May Day di Monas Pecah Haru

“Saya tidak terlibat dalam pengadaan di BGN dan saya tidak terlibat dalam penjualan titik dapur. Lalu di mana unsur korupsinya,” kata dia.

Sikap defensif dari legislator ini mencuat usai adanya pergerakan hukum di Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebelumnya, penasihat hukum dari mantan Wakil Kepala (Waka) BGN Sony Sonjaya, yakni Krisna Murti, membeberkan perkembangan proses hukum yang dijalani kliennya. Krisna mengungkapkan bahwa di hadapan tim penyidik Kejagung, Sony Sonjaya telah membeberkan puluhan nama yang diduga ikut terseret dalam skandal korupsi tata kelola program MBG. Keterangan tersebut telah dibukukan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Sudah kita sampaikan ke penyidik (20 lebih nama) udah ada di BAP kok itu waktu pemeriksaan kita kan saya mendampingi Pak Sony, sudah kita tuangkan dalam BAP,” kata Krisna kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

BACA JUGA:  Pengusutan Aliran Dana Bupati Pekalongan Nonaktif: KPK Telusuri Pembelian Rolex di Butik Jam Mewah

Krisna menambahkan, surat permohonan agar kliennya diberikan status sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau ‘justice collaborator’ (JC) telah diajukan secara resmi. Langkah kooperatif ini diharapkan mendapat lampu hijau dari Korps Adhyaksa guna mempermudah pembongkaran aktor-aktor utama dalam perkara penyimpangan anggaran ini.

“(JC) sudah kita sampaikan kemarin suratnya, sudah ditandatangani, and sudah saya serahkan (ke Kejagung). Kita berharap dari kejaksaan mengabulkan JC nya karena untuk mengungkap peristiwa lebih besar lalu untuk pengembangan penyidikan lebih mudah,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga saat ini, total terdapat 26 nama eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang masuk dalam daftar Sony Sonjaya, dengan dominasi figur dari unsur parlemen. Krisna memberi sinyal kuat bahwa angka itu masih bersifat dinamis.

“Ada orang-orang, pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif, (Jumlahnya) 26, ada kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja,” ucapnya.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kasus Dugaan Suap Pemkab Muara Enim: Tersangka Ditahan dan Ada Aliran Dana Pelancar Proyek

Berita Utama

Prabowo Ungkap Alasan Ingin Menjadi Pemimpin Nasional: Khawatir Sejak Era 1990

Nasional

BGN Tegaskan Kabar Penghentian Sementara Program Makan Bergizi Gratis Adalah Hoaks

Nasional

DPR dan Pemerintah Sepakati Perpanjangan Batas Usia Pensiun Anggota Kepolisian dalam RUU Polri Baru

BERITA TERBARU

Pengurus SMSI Kota Serang Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Bangun Ibu Kota

Kasus Dugaan Suap Pemkab Muara Enim: Tersangka Ditahan dan Ada Aliran Dana Pelancar Proyek

Prabowo Ungkap Alasan Ingin Menjadi Pemimpin Nasional: Khawatir Sejak Era 1990

Manusia Amoral dan Anti Nilai, Bagaimana Blueprint DNA-nya?

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Manusia Amoral dan Anti Nilai, Bagaimana Blueprint DNA-nya?

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.