Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hitungan Cermat Lapangan, Anggaran MBG Bisa Dikurangi

Hitungan Cermat Lapangan, Anggaran MBG Bisa Dikurangi

Nasional Kamis, 11 Juni 2026 20:01 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Jakarta — Pemerintah tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap sistem distribusi dan implementasi program unggulan ‘Makan Bergizi Gratis’ (MBG). Langkah penataan ini membuka potensi terjadinya penyesuaian berupa pengurangan total kebutuhan anggaran operasional negara tanpa menurunkan kualitas gizi yang disalurkan kepada masyarakat, dikutip dari Bloomberg Technoz.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers mengenai peningkatan kualitas layanan MBG dan satuan pelayanan pengisian gizi (SPPG) terpencil yang digelar di Jakarta pada Kamis (11/06/2026). Prasetyo meluruskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada kalkulasi riil di lapangan, bukan bentuk pengurangan paksa.

“Bukan memangkas ya, tapi dari hasil perhitungan, kami yakin akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini,” ungkap Prasetyo kepada awak media.

Guna memastikan efisiensi anggaran negara berjalan optimal, Kementerian Sekretariat Negara saat ini terus membangun koordinasi yang intensif dengan kementerian serta lembaga terkait. Sinkronisasi data dan penataan SPPG, khususnya di wilayah ‘3T’ (tertinggal, terluar, terdepan), diharapkan mampu menekan biaya operasional secara signifikan.

BACA JUGA:  Rupiah Melemah, Sejumlah Bank Jual Dolar AS di Atas Rp17.700

“Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) maupun dengan BGN (Badan Gizi Nasional),” tambahnya.

Melalui proses penyelarasan ini, pemerintah optimistis alokasi dana ke depan akan jauh lebih tepat sasaran. “Jadi dari proses penataan nanti kita bisa menghitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa,” jelas Prasetyo.

Langkah efisiensi ini sejalan dengan kebijakan yang telah berjalan sebelumnya di lingkup Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat membeberkan bahwa pemerintah telah berhasil menekan anggaran program MBG menjadi Rp268 triliun dari alokasi awal yang direncanakan sebesar Rp335 triliun pada tahun ini. Penyesuaian pagu anggaran tersebut dilakukan atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan penggunaan dana yang lebih efektif.

BACA JUGA:  Kepala BNN-Kepala BPOM Bahas Lonjakan Zat Narkoba Baru, Termasuk di Vape

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan presiden sehingga dana BGN (Badan Gizi Nasional) bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta pada Selasa (19/05/2026).

Walau bentuk efisiensi tambahan berikutnya belum dirinci, Purbaya menegaskan komitmen Presiden agar program MBG tetap berjalan optimal demi menyokong kebutuhan gizi siswa sekolah. Adapun realisasi penyerapan anggaran program ini hingga April 2026 telah menyentuh angka Rp75 triliun atau sekitar 22,4% dari total pagu, dengan jangkauan penerima manfaat mencapai 61,96 juta orang yang dilayani oleh 27.952 SPPG di berbagai wilayah tanah air.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Kepala BGN Nanik Deyang Laporkan Efisiensi Anggaran ke Istana

Nasional

Presiden Prabowo: Kalau Belum Dipanggil Tuhan, ‘Saya Nanti di Hambalang Monitor’

Nasional

Bantahan Tegas Yahya Zaini Terkait Isu Korupsi Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Nasional

Kasus Dugaan Suap Pemkab Muara Enim: Tersangka Ditahan dan Ada Aliran Dana Pelancar Proyek

BERITA TERBARU

Kepala BGN Nanik Deyang Laporkan Efisiensi Anggaran ke Istana

Hasil Gelar Perkara dan Keterangan Ahli: Dugaan Pemalsuan Dokumen Tidak Memenuhi Unsur Pidana

Harga BBM Non-Subsidi Akhirnya Naik, Alarm Bagi Rakyat

Kapolda Banten Jenguk Personel Brimob Korban Penganiayaan Debt Collector di RSB Korbrimob Polri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Harga BBM Non-Subsidi Akhirnya Naik, Alarm Bagi Rakyat

Manusia Amoral dan Anti Nilai, Bagaimana Blueprint DNA-nya?

Membuka Sakelar Transendental: Anatomi Karakter Mistik dalam DNA Nusantara

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.