GazanaPublika.com, Tangerang — Warga di sekitar Jalan Raya Daan Mogot, Kota Tangerang, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria paruh baya yang tewas mengenaskan di area taman. Saat ditemukan, posisi leher korban dalam keadaan terikat oleh seutas tali kawat pada tiang pagar pembatas.
Pihak kepolisian dari Polsek Tangerang yang menerima laporan segera bergegas menuju lokasi untuk melakukan proses identifikasi jenazah serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kronologi Penemuan: Berawal dari Bau Busuk
Jasad korban pertama kali ditemukan pada Rabu sore, 17 Juni 2026, sekitar pukul 16.45 WIB, tepatnya di kawasan Taman Pramuka, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Penemuan ini berawal dari kecurigaan dua orang saksi setempat, yakni Kaswan dan Kasudin, yang merupakan pemilik warung nasi di sekitar lokasi kejadian. Keduanya mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat yang bersumber dari arah Taman Pramuka. karena penasaran, mereka memutuskan untuk mencari sumber bau tersebut.
Alangkah terkejutnya para saksi saat mendapati sesosok mayat pria paruh baya sudah dalam posisi tergantung di tiang pagar pembatas taman. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib.
Identitas Korban dan Barang Bukti di TKP
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan kartu identitas yang dilakukan oleh petugas, korban diketahui merupakan seorang lansia berinisial S (75), yang tercatat sebagai warga Cikokol, Kecamatan Tangerang.
Kapolsek Tangerang, Kompol Suyatno, dalam keterangan resminya memaparkan kondisi korban serta sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas di lapangan:
• Kondisi Korban: Korban ditemukan tergantung dengan tali kawat sepanjang kurang lebih 3 meter yang terikat erat pada bagian leher dan dikaitkan ke tiang pagar pembatas taman.
• Barang Milik Korban: Polisi menemukan 1 unit ponsel, sebuah dompet berisi KTP, kartu BPJS, serta uang tunai sebesar Rp 54 ribu.
• Barang Bukti Lain: Petugas juga turut mengamankan seutas tali kawat dengan panjang sekitar 3 meter yang digunakan di leher korban.
Penyebab Kematian Masih Misteri
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan secara pasti apakah peristiwa ini murni merupakan tindakan mengakhiri hidup atau ada indikasi tindak pidana lain (pembunuhan). Guna memastikan hal tersebut, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses autopsi mendalam.
“Penyebab kematian masih diselidiki,” tegas Kompol Suyatno dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
