GazanaPublika.com, Surabaya — Insiden ledakan keras menggegerkan warga di kawasan Ruko San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, pada Selasa (6/10/2026) pagi sekitar pukul 07.11 WIB. Ledakan yang bersumber dari salah satu rumah makan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka dan merusak puluhan bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari pihak kepolisian dan Tim Labfor, ledakan diduga kuat dipicu oleh kebocoran instalasi gas pada tabung LPG berkapasitas 50 kilogram di dalam Depot Nasi Tempong Sri Dewi. Petugas memastikan tabung gas fisik tidak mengalami kehancuran akibat ledakan, melainkan penumpukan gas bocor di dalam ruangan tertutup yang memicu terjadinya gelombang tekanan udara (backdraft/explosion) saat tersulut pemantik.

Kerasnya dentuman membuat gelombang kejut terpancar hingga radius puluhan meter. Akibatnya, diperkirakan 42 hingga 58 unit bangunan—terdiri dari deretan ruko serta pemukiman warga di bagian belakang kawasan—mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap genteng, dan kaca yang pecah berhamburan. Selain bangunan, setidaknya 8 unit kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi kejadian turut berdampak terkena serpihan material.

Peristiwa ini mengakibatkan lima orang korban mengalami luka bakar dan luka akibat terkena pecahan kaca. Seluruh korban telah dievakuasi oleh petugas gabungan BPBD dan PMK Kota Surabaya menuju RSUD dr. Soetomo dan RS Haji Sukolilo untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Petugas dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya, Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jatim, serta Labfor telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyisir sisa-sisa kebocoran gas agar area sekitar dinyatakan aman bagi warga.

Redaksi

Exit mobile version