Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Debat Cawapres ke-empat Muhaimin Iskandar Serukan Proyek Food Estate Dihentikan

Debat Cawapres ke-empat Muhaimin Iskandar Serukan Proyek Food Estate Dihentikan

Nasional Senin, 22 Januari 2024 6:16 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Liputan6.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (Gus Imin) saat debat cawapres Pilpres 2024 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024). (Tangkapan Layar YouTube KPU RI)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1, Muhaimin Iskandar menyerukan menghentikan proyek Food Estate jika terpilih. Pasalnya, proyek lumbung pangan yang digagas oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) gagal mewujudkan kelestarian pangan dan menjadi tanda bahwa nasib petani diabaikan.

Cak Imin, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa para petani adalah pahlawan bagi negeri. Namun, dalam situasi saat ini, kita menyaksikan kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib petani dan nelayan.

Advertisement

Pernyataan ini disampaikan Muhaimin Iskandar dalam debat keempat Pemilihan Presiden 2024 pada Minggu, 21 Januari 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Dengan mengusulkan penghentian proyek Food Estate, Cawapres nomor urut 1 menyoroti urgensi mendukung kesejahteraan petani untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan petani adalah penolong negeri. Hari ini kita menyaksikan negara dan kenyataannya pemerintah abai terhadap nasib petani dan nelayan kita,” jelas Cak Imin dalam debat keempat Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, yang digelar pada Minggu, 21 Januari 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

BACA JUGA:  Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

**Menyingkap Realita Petani: Mengapa Food Estate Perlu Diakhiri**

*Dalam data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), terungkap bahwa selama sepuluh tahun terakhir, jumlah petani kecil di Indonesia mencapai 3 juta jiwa. Cawapres dari Koalisi Perubahan menggarisbawahi ironi yang melingkupi petani lokal dengan menyampaikan fakta bahwa 16 juta rumah tangga petani hanya memiliki tanah setengah hektar. Realitas pahit ini membuka mata kita terhadap tantangan yang dihadapi oleh petani di negeri ini.*

Cawapres, Cak Imin dengan tegas menekankan urgensi penghentian proyek Food Estate. Menurutnya, proyek ini telah mengabaikan para petani, meninggalkan masyarakat adat, memicu konflik agraria, dan bahkan merusak lingkungan.

Sebelumnya, Proyek Food Estate yang berada di bawah pengawasan mantan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto diakui sebagai proyek prioritas strategis.

Namun, pertanyaan mendasar muncul: apakah proyek ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat secara keseluruhan. Data dan pandangan Cak Imin menunjukkan bahwa mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi ulang proyek ini demi keberlanjutan pertanian, hak masyarakat adat, dan keseimbangan lingkungan.

BACA JUGA:  137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD DKI Sahkan Perda P4GN dan Siapkan Dukungan BTT

Mengacu kepada data BPS, Jelas Cak Imin, dalam sepuluh tahun terakhir jumlah petani gurem berjumlah 3 juta. Ia lalu menggarisbawahi kondisi ironis petani lokal.

“Itu berarti 16 juta rumah tangga petani hanya memiliki tanah setengah hektar,” Jelas Cak Imin.

Dengan tegas tak ingin yang merupakan usungan Koalisi Perubahan tersebut menyerukan proyek food estate harus segera dihentikan.

“Terbukti Food estate mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat adat kita, menimbulkan konflik agraria dan bahkan merusak lingkungan kita, ini harus dihentikan,” kata dia.

Food estate diinisiasi sejak masa jabatan kedua Presiden Joko Widodo pada tahun 2019. Proyek ini berada di bawah pengawasan mantan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, serta termasuk dalam kategori proyek prioritas strategis sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2022. (Sumber: Tempo.co)

Advertisement

Muhaimin Iskandar Proyek
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.