Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pengamat Ekonomi ITB Ungkapkan Dampak Pemilu Pada Ekonomi

Pengamat Ekonomi ITB Ungkapkan Dampak Pemilu Pada Ekonomi

Nasional Minggu, 28 Januari 2024 18:38 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Bandung, GazanaPublika.com – Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia, sebuah pesta demokrasi yang selalu ditunggu-tunggu, ternyata memiliki dampak positif yang terbatas dan bersifat temporer terhadap perekonomian negara. Menurut Anggoro Budi Nugroho, seorang ekonom dari Institut Teknologi Bandung (ITB), setiap kali Pemilu digelar, pertumbuhan ekonomi cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pemilu ternyata tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melebihi angka 5%, yang sudah dianggap sebagai ambang pertumbuhan nasional yang jenuh,” ungkapnya dalam analisisnya yang disampaikan pada Jumat (27/1/2023).

Advertisement

Meskipun perputaran uang selama tradisi Pemilu diperkirakan tidak pernah melebihi Rp250 triliun, bahkan pada pemilu serentak dari Capres sampai Legislatif, dampak likuiditas tersebut dianggap tidak signifikan jika dibandingkan dengan upaya Pemerintah untuk menahan perlambatan Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2020 yang membutuhkan subsidi minimal Rp 504 triliun.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Namun, melihat tren peningkatan jumlah uang beredar dari 2014 hingga 2019 menurut laporan Bank Indonesia, terlihat bahwa selalu ada kenaikan. Dengan dua putaran pemilu di tahun 2024, perkiraan jumlah uang beredar mencapai di atas Rp 200 triliun, menciptakan dinamika ekonomi yang menarik.

“Meskipun demikian, dampaknya terhadap PDB tetap dianggap tidak signifikan,” tambahnya. Meski Pemilu memberikan dinamika ekonomi yang dapat diukur dalam jumlah uang yang beredar, tampaknya efek jangka panjangnya masih menjadi sorotan, menimbulkan pertanyaan apakah Pemilu hanyalah momen sementara dalam pertumbuhan ekonomi atau apakah potensi positif yang lebih besar dapat diwujudkan di masa mendatang.(Sumber: Liputan6.com)

BACA JUGA:  FPN Desak Pemerintah Hentikan Hubungan Bawah Tanah dengan Israel

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version