Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » AHY Tanggapi Usulan Hak Angket: Jangan Berprasangka Ada Kecurangan

AHY Tanggapi Usulan Hak Angket: Jangan Berprasangka Ada Kecurangan

Nasional Kamis, 22 Februari 2024 6:04 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akhirnya memberikan tanggapan terhadap usulan calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo terkait usulan Hak Angket soal dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.

Menyikapi itu, AHY meminta semua pihak untuk tidak berprasangka adanya kecurangan dalam pelaksanaan pilpres 2024. Meskipun demikian, dia menyatakan bahwa usulan hak angket merupakan bagian dari hak bereskpresi setiap orang pasca penghitungan suara sementara. AHY menyebut bahwa isu kecurangan selalu muncul setelah pemilu.

Advertisement

“Yang jelas kita tidak usah prejudis soal kecurangan dan sebagainya. Saya tahu ini adalah bagian ekspresi dari berbagai kalangan pasca penghitungan suara. Itu wajar. Setiap tahun pemilu di negara mana pun selalu ada isu-isu demikian,” kata AHY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Menteri ATR/BPN tersebut meyakini bahwa masyarakat sudah mengetahui pemenang pilpres 2024, meskipun proses hitung suara atau real count oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berlangsung. Dia juga mengajak semua pihak untuk memikirkan masa depan bangsa Indonesia ke depan, mengajukan perspektif positif dalam menghadapi hasil pemilu.

“Walaupun sekarang masih penghitungan sementara, tapi yang jelas sudah bisa terbaca siapa yang menjadi pemenang pemilu. Walaupun kita menghormati secara formal sampai dengan tuntas, tetapi yang jelas kita justru harus move on. Lima tahun, 10 tahun ke depan ini banyak tantangan dan komplikasinya,” kata AHY.

BACA JUGA:  Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

AHY juga mengajak para elite politik untuk merestorasi rekonsiliasi dan memberikan ruang bagi demokrasi. Dia pun membuka peluang bagi semua pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu 2024 untuk menggunakan mekanisme hukum yang tersedia.

“Tetapi saya tidak ingin terjebak. Kita terlalu carut marut dalam isu-isu semacam itu karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan,” pungkas AHY.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendorong partai pengusungnya untuk mengusulkan hak angket terkait dugaan kecurangan dalam pilpres 2024.

Ganjar menekankan bahwa hak angket, sebagai hak penyelidikan DPR RI, merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait penyelenggaraan pilpres 2024 yang diduga penuh dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

“Ganjar menegaskan bahwa dugaan kecurangan dalam pemilu 2024 harus ditanggapi, dan partai politik pengusung dapat mengusulkan hak angket di DPR untuk mengungkapnya.

“Jika DPR tidak siap dengan hak angket, saya mendorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan dalam pilpres 2024,” ujar Ganjar Pranowo dalam keterangannya pada Senin (19/2/2024).

BACA JUGA:  Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Mantan gubernur Jawa Tengah ini menjelaskan bahwa usulan untuk melaksanakan hak angket di DPR oleh partai pengusung Ganjar-Mahfud, yakni PDIP dan PPP, telah diajukan pada rapat koordinasi Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud pada tanggal 15 Februari 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga menyampaikan ribuan pesan yang diterimanya dari relawan dan masyarakat, berupa foto, dokumen, atau video terkait dengan berbagai dugaan kecurangan yang terjadi dalam pilpres 2024.

Ganjar meminta PDIP dan PPP untuk mendukung usulan hak angket di DPR, yang merupakan hak anggota DPR untuk melakukan penyelidikan atas dugaan kecurangan pemilu yang melibatkan banyak lembaga negara.

Menurutnya, ketelanjangan dugaan kecurangan dalam pilpres 2024 tidak boleh diabaikan oleh DPR, tanpa memandang kepentingan politik dan dukungan terhadap pasangan calon tertentu.

Ganjar juga mendorong anggota dewan di Parlemen untuk mengadakan sidang atau memanggil para penyelenggara pemilu agar dapat diminta pertanggungjawaban. Hal ini dianggapnya sebagai fungsi kontrol dari DPR.

“Jika ketelanjangan dugaan kecurangan diabaikan, maka fungsi kontrol tidak akan ada. Situasi seperti ini harus diselidiki, dibentuk pansus, paling tidak DPR harus menggelar sidang, memanggil, dan melakukan wawancara lapangan,” ungkap Ganjar. (Sumber: Liputan6.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version