Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Jubir Prabowo Jelaskan akan Libatkan Jokowi dan SBY untuk Susun Kabinet

Jubir Prabowo Jelaskan akan Libatkan Jokowi dan SBY untuk Susun Kabinet

Nasional Rabu, 28 Februari 2024 7:03 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa penyusunan kabinet dan arah pemerintahan Prabowo ke depan tidak hanya melibatkan Presiden Joko Widodo, tetapi juga melibatkan Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta partai-partai politik pengusung Prabowo-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu Presiden 2024.

Dahnil menyatakan bahwa Prabowo akan berdiskusi dengan berbagai pihak, terutama partai koalisi, termasuk Jokowi yang memiliki pengalaman panjang selama 10 tahun sebagai presiden, serta SBY dan para ketua umum partai politik.

Advertisement

“Sejak awal, Pak Prabowo telah menyampaikan keinginannya untuk meneruskan kepemimpinan Jokowi,” kata Dahnil dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Senin (26/2/2024).

Hal ini mengindikasikan semangat kolaborasi dan konsultasi dalam membangun kepemimpinan yang inklusif dan melibatkan berbagai elemen dalam proses pengambilan keputusan.

Prabowo bermaksud menerapkan kebijakan dan model kepemimpinan yang diwarisi dari para presiden terdahulu, dengan tujuan meneruskan hal-hal positif dan melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang masih kurang. Para mantan presiden tersebut tidak hanya mencakup Jokowi, tetapi juga SBY, Megawati Soekarnoputri, bahkan Soekarno.

BACA JUGA:  Surakman Ditemukan, Pencarian Tujuh ABK KM Arupadhatu I Apa Masih Berlanjut

Dari Jokowi, Prabowo telah mengambil banyak pelajaran terutama dalam bidang pemerintahan selama lima tahun menjabat sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju. Dahnil menjelaskan bahwa Jokowi menjadi teman diskusi Prabowo.

Sejalan dengan itu, Dahnil melanjutkan bahwa Prabowo juga banyak memetik pengalaman dari SBY, yang memiliki latar belakang militer dan juga mengepalai sebuah partai politik.

“Tentu ada banyak hal yang dapat dan perlu dipelajari dari Pak SBY. Inilah sebabnya Prabowo intens berdiskusi dengan Pak SBY, Pak Jokowi, dan semua pemimpin yang memiliki pengalaman panjang,” ungkapnya.

Sebagai calon presiden mendatang, Dahnil menyatakan bahwa Prabowo memiliki hak untuk membentuk kabinet dan menentukan arah pemerintahan ke depan. Namun, Dahnil menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak, termasuk mendengarkan masukan dari tokoh-tokoh seperti Jokowi atau yang lainnya. Dahnil juga mencatat bahwa Prabowo sedang fokus mengarahkan pemerintahan ke depan agar berkesinambungan dengan kepemimpinan Jokowi, dan telah membuka komunikasi politik dengan berbagai pihak, termasuk partai politik yang pada Pilpres 2024 tidak mendukung Prabowo-Gibran.

“Kita ingin membangun pemerintahan yang kuat, stabilitas politik yang terjaga yang sudah dimulai dan dilakukan oleh Pak Jokowi,” kata Dahnil.

BACA JUGA:  Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Ditetapkan, Henriana Hatra: Langkah Maju Pemenuhan Hak Konstitusional

“Tentu Pak Prabowo akan membangun komunikasi dengan partai-partai lain, baik itu partai yang bergabung di nomor urut 1 maupun nomor urut 3,” tuturnya.

Seperti yang telah diketahui, pasangan Prabowo-Gibran mendominasi hasil quick count Pilpres 2024, dengan perolehan suara 58,47 persen menurut quick count Litbang Kompas. Pasangan ini mendapat dukungan dari beberapa partai, termasuk Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PBB, Partai Gelora, PSI, Partai Garuda, dan Prima.

Sementara itu, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (nomor urut 1) meraih 25,23 persen dukungan dengan dukungan dari Partai Nasdem, PKB, PKS, dan Partai Ummat. Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (nomor urut 3) mendapatkan 16,30 persen dukungan dengan dukungan dari PDI Perjuangan, PPP, Partai Hanura, dan Partai Perindo.

Perlu diingat bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi pemilu, dan menurut Komisioner KPU RI Hasyim Asy’ari, penetapan hasil rekapitulasi suara dilakukan paling lambat 35 hari setelah pemungutan suara pada 14 Februari 2024, dengan penetapan rekapitulasi suara nasional paling lambat pada 20 Maret 2024. (Sumber: Kompas.com)

Advertisement

Joko Widodo Prabowo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version