Advertisement
Jakarta, GazanaPublika.com – Pengamat politik dan Direktur Monitoring Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Jojo Rohi, mengungkapkan bahwa ketidaksolidan partai politik pendukung Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud terkait hak angket di DPR sudah terprediksi.
Dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2023-2024, tiga fraksi di DPR RI, yaitu PKS, PKB, dan PDIP, menyuarakan hak angket terkait Pemilu 2024. Sementara itu, NasDem dan PPP masih belum memutuskan sikap terkait dukungan terhadap hak angket.
Advertisement
“Prediksi terkait tidak solidnya pendukung hak angket, terutama partai politik dari koalisi 01 dan 03, telah terbukti,” ujar Jojo.
Jojo juga menilai bahwa terkait hak angket, Presiden Jokowi tidak akan tinggal diam, dan diyakini adanya operasi senyap yang telah dilakukan untuk memporak-porandakan koalisi 01 dan 03. Terutama partai politik yang berada di posisi margin threshold parlemen masih belum aman.
Selain ambang batas parlemen, Jojo mengatakan bahwa tawaran posisi menteri di kabinet juga memengaruhi keputusan para elit pengambil keputusan.
“Dalam proses hak angket, juga akan menguras energi politik, sehingga ada kecenderungan untuk menghindar, karena partai politik juga harus menyiapkan stamina untuk bertarung di pilkada dalam waktu dekat. Itulah mengapa hak angket tidak bergemuruh seperti yang diharapkan,” jelasnya. (Sumber: Tribunnews.com)
Advertisement
