Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sekeluarga Bunuh Diri Akibat Terlilit Hutang

Sekeluarga Bunuh Diri Akibat Terlilit Hutang

Nasional Minggu, 10 Maret 2024 20:55 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Sebuah tragedi bunuh diri menimpa satu keluarga di sebuah Apartemen di kawasan Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara pada Sabtu (9/3/2024).

Jasad korban ditemukan di lobi apartemen. Seorang penghuni apartemen mengungkapkan bahwa keluarga tersebut pernah didatangi oleh jasa penagih hutang.

Advertisement

“Ada orang yang pernah datang menagih uang kepada mereka, dan biasanya, ketika ada penagih hutang, situasinya bisa menjadi agak kasar atau tidak menyenangkan. Dari sana, saya bisa menyimpulkan bahwa mereka mungkin mengalami kesulitan ekonomi,” kata seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya, seperti yang dilansir pada Minggu (10/3/2024).

Warga tersebut menyampaikan bahwa keluarga korban sepertinya tengah menghadapi tekanan masalah ekonomi. Hal ini disampaikannya setelah mendengar keluhan langsung dari salah satu anggota keluarga korban.

Dia menceritakan bahwa suatu hari, salah satu korban datang untuk meminjam uang, namun sang istri hanya mampu memberikan sejumlah Rp 1 juta.

“Istri saya bilang, kasih satu juta, karena kan kemampuan terbatas,” ujar dia.

BACA JUGA:  Kesepuhan Adat Ingatkan Dampak Ekologi dan Sosial Terkait Menteri ESDM Tetapkan 528 Hektare Wilayah Pertambangan Rakyat di Lebak

Dia menyampaikan bahwa korban kembali mendekat untuk meminta pinjaman modal sebesar Rp 20 juta. Namun, karena situasi keuangan yang terbatas, dia tidak bisa memberikan bantuan.

“Terakhir kali dia meminta uang, dia ingin meminjam Rp 20 juta untuk modal usaha, tapi saya rasa nominalnya terlalu besar. Saya siap memberi jika ada uang, tapi kondisinya terlihat sangat mendesak,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa korban sebelumnya termasuk dalam kelompok sosial ekonomi yang mapan. Anak-anaknya bersekolah di sekolah bergengsi dengan inisial JWA (13) dan JL (15).

Dugaannya adalah bahwa bisnis yang dijalani oleh salah satu korban mengalami kerugian, sehingga kehidupan mereka mengalami perubahan drastis.

“Dia pernah bilang, suaminya kongsi sama orang bisnis apa enggak tau mungkin ada sengketa kan enggak tau, sampai habis-habisan, sampai ke pengadilan kayanya sih begitu,” ujar dia.

Dia menceritkan bahwa korban pernah bergantung pada pinjaman online sebagai sarana bertahan hidup, khususnya saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

BACA JUGA:  Waka Komisi III DPR Minta Pria Penendang Wanita di Sency Dihukum Maksimal

“Saat itu, dia berbagi cerita dengan istri saya bahwa dia tidak dapat lagi meminjam secara online. Saya menduga ada keterlibatan pinjaman online dalam situasinya, mungkin karena pada masa pandemi Covid-19, dia menggunakan nomor istri saya untuk memesan makanan dan kebutuhan lainnya. Saat itu, banyak yang kesulitan karena situasi sulit akibat pandemi,” ujar dia.

Dengan singkat, keluarga tersebut memutuskan untuk pindah ke Solo karena rumah mereka telah disita oleh bank. Dia menyatakan memberikan dukungan finansial untuk membantu perpindahan mereka. “Saya memberikan bantuan agar semangat. Rumah ini sudah lama kosong, sudah setahun. Sepertinya mereka pindah ke Solo pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya, di sisi lain, belum bersedia menyimpulkan mengenai motif bunuh diri korban. Menurutnya, hal ini masih perlu ditelusuri oleh penyidik, termasuk urusan keuangan. (Sumber: liputan6.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version