Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Selama 70 tahun Bernafas dengan Paru-Paru Besi

Selama 70 tahun Bernafas dengan Paru-Paru Besi

Nasional Kamis, 14 Maret 2024 14:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Paul Alexander pria yang hidup selama 70 tahun dengan paru-paru besi dikabarkan meninggal dunia di usia 78 tahun. Melansir dari USA Today, Paul tutup usia pada Senin (11/3/2024) lalu.

Penyebab meninggalnya Paul belum diungkap ke publik. Namun pada bulan Februari, Paul Alexander sempat terinfeski Covid-19 yang mengharuskan ia dirawat di rumah sakit. Hal tersebut disampaikan oleh Lincoln, seseorang yang mengelola media sosial Paul.

Advertisement

Sejak terinfeksi Covid-19, kondisi kesehatan Paul Alexander menurun hingga kesulitan untuk makan dan minum. Setelah mendapatkan perawatan intensif, Paul diperbolehkan pulang.

Paul terkena polio pada tahun 1952 ketika masih berusia 6 tahun. Pria asal Dallas, Amerika Serikat ini telah menjalani hidupnya dalam sebuah mesin bernama iron lung yang beratnya mencapai 600 pound atau sekitar 300 kilogram. Guinness World Records mengakui bahwa dia adalah pasien iron lung terlama dalam sejarah.

Kabar Paul Alexander pria paru-paru beso yang meninggal dunia ini dilansir Liputan6.com dari USA Today pada Kamis (14/3/2024).

Meski sakit dan harus hidup menggunakan paru-paru besi selama 70 tahun lamanya, namun Paul Alexander tetap semangat menjalani hidup. Dalam beberapa tahun terakhir, Paul aktif di media sosial, khususnya TikTok.

BACA JUGA:  Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Dalam sebuah video yang sudah ditonton lebih dari 50 juta kali, Paul pernah ungkap jika ia punya banyak keinginan untuk melakukan banyak hal. Meski sedang sakit, namun Paul selalu menginspirasi.

“Saya mempunyai tujuan dan impian untuk melakukan lebih banyak hal sebelum saya pergi mengunjungi suatu tempat, dan saya berencana untuk melakukan dan mencapai tujuan tersebut bersama teman-teman saya,” kata Alexander dalam video terpopulernya, yang telah ditonton lebih dari 56 juta kali.

“Saya ingin berbicara kepada dunia tentang polio dan jutaan anak yang tidak terlindungi dari polio. Mereka harus dilindungi, sebelum terjadi epidemi lagi,” tambahnya.

70 tahun hidup dengan paru-paru besi tentunya bukan suatu hal yang mudah. Meski berbeda dari orang normal dalam menjalankan aktivitas, Paul Alexander selalu optimis dalam hidupnya.

Linda Elliott, anggota Rotary E-Club Texas Utara yang tinggal di Irving, mengatakan bahwa ia mengingat Paul sebagai orang yang optimis dan suka bermain. “Kami akan saling menyerang,” katanya. “Saya akan berkata, ‘Jika Anda tidak berperilaku baik, saya akan pergi.’ Dia hanyalah inspirasi bagi semua orang.”

Harriet Zaidman, seorang penulis Kanada dan novelis anak-anak di Winnepeg pernah mewawancarai Paul Alexander saat dia menyusun “Second Chances,” sebuah novel dewasa muda berlatar masa epidemi, yang akhirnya menamai karakternya dengan namanya.

BACA JUGA:  Dasco Minta Tata Kelola Pengangkatan PPPK Dibenahi, Cegah Penumpukan di Daerah

Ketekunan, tekad dan kerja keras Paul membuat buku yang ditulisnya tersebut memenangkan Penghargaan Geoffrey Bilson Kanada untuk Fiksi Sejarah untuk Kaum Muda pada tahun 2022.

“Dia (Paul) bercerita kepada saya tentang kehidupannya dan tantangan yang dia hadapi, dan itu sungguh luar biasa,” kata Harriet Zaidman.

Norman DePaul Brown, seorang perawat karir yang merawat dan mengawasi Alexander. Diungkapkan oleh Brown, Paul adalah sosok sangat cerdas dan sangat mahir dalam mengendalikan lingkungannya meskipun sepenuhnya bergantung pada orang lain untuk perawatannya. Semuanya, mulai dari diberi makan, dimandikan, atau disikat giginya, harus dilakukan secara fisik oleh orang lain.

Bukan hanya teknik pernapasannya yang membuat Alexander tetap hidup, tetapi tekad dan keinginannya untuk hidup, belajar dan mengalami berbagai hal terlepas dari kondisinya. Dia belajar untuk membuat dirinya disayangi orang lain dan membuat mereka melakukan apa yang dia perlukan untuk bertahan hidup dan bertahan.

“Dia mampu memaksa, meyakinkan, dan melibatkan semua jenis orang untuk memenuhi kebutuhannya,” kata Brown, yang kini tinggal di Little Rock, Arkansas. (Sumber: Liputan6.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version