Advertisement
GazanaPublika.com – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat bahwa ada potensi sebanyak 33,72 juta peminat moda kereta api yang berencana untuk melakukan mudik Lebaran 2024 dan masa arus balik periode 3-18 April 2024 atau H-7 dan H+7.
Namun, dari jumlah tersebut, sebagian besar tidak akan dapat terangkut sebagai penumpang karena kapasitas kereta api antarkota hanya sebanyak 3,31 juta. Dengan demikian, sekitar 30,41 juta calon penumpang moda kereta api diperkirakan tidak dapat terakomodasi selama periode tersebut.
Advertisement
Mohamad Risal Wasal, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, menyatakan bahwa saat puncak arus mudik dengan kereta api, yakni H-4, dan arus balik, H+3, jumlah penumpangnya berpotensi mencapai 3,4 juta, namun kapasitas keretanya hanya mencapai 3,31 juta.
“Sehingga, untuk puncak arus mudik akan ada sekitar 900 ribu penumpang yang perlu mencari moda transportasi lainnya,” ujar Risal dalam konferensi pers daring pada Minggu (17/3/2024).
Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga memperkirakan bahwa puncak mudik menggunakan kereta api regional diperkirakan jatuh pada H-3 Lebaran 2024, dan untuk arus balik pada H+2 Lebaran. Total pengguna dijadwalkan mencapai 2,69 juta, sementara kapasitas angkut Kereta Api Perkotaan Regional mencapai 3,26 juta.
Sementara itu, untuk Kereta Api (KA) Perkotaan Komuter, puncak arus mudik dijadwalkan pada H-5, sementara arus baliknya akan terjadi pada H+5, dengan potensi total penumpang mencapai 14,42 juta. Kapasitas angkutan KA Perkotaan Komuter adalah sebesar 41,44 juta.
“Untuk memesan tiket KA Antarkota PT KAI, dapat dilakukan H-45, sedangkan untuk KA Bandara dilakukan H-7, dan untuk KA Perkotaan Regional dilakukan H-7 juga. Sementara itu, pemesanan tiket KA Whoosh dapat dilakukan H-14,” ungkap Risal.
Total potensi jumlah penumpang dari berbagai jenis kereta api tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan realisasi pada masa mudik Lebaran 2023. Sebagai contoh, jumlah penumpang KA Antarkota mengalami kenaikan sebesar 13,3% dibandingkan dengan catatan pada tahun 2023, sementara KA Perkotaan Regional mengalami peningkatan sebesar 10,3%, dan KA Perkotaan Komuter mengalami peningkatan sebesar 26,7%. (Sumber: cnbcindonesia.com)
Advertisement
